Kinerja Solid, Laba Bersih AGII Meroket Hampir Tiga Kali Lipat

Selasa, 28 Juli 2026 | 01:07:01 WIB
Laba Bersih Samator (AGII) Melonjak Tiga Kali Lipat di Semester I/2026 [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Samator Indo Gas Tbk. (AGII) membukukan rapor kinerja terbaiknya sepanjang paruh pertama 2026, di mana perolehan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sukses menyentuh level Rp65,2 miliar, mencatatkan lonjakan hingga hampir tiga kali lipat apabila disandingkan dengan kurun waktu yang sama tahun lalu.

Sepanjang enam bulan perdana tahun ini, emiten di bidang penyediaan gas industri serta gas medis bersandi saham AGII tersebut turut mencatatkan pencapaian EBITDA tertinggi sepanjang sejarah perusahaan, penguatan tingkat profitabilitas yang kentara, serta eskalasi laba bersih yang melompat mendekati tiga kali lipat dibanding periode serupa tahun sebelumnya.

Direktur Utama merangkap Chief Executive Officer PT Samator Indo Gas Tbk., Rachmat Harsono menyampaikan bahwa perseroan sukses membukukan rekor kinerja semester pertama terbaik sepanjang sejarah berdirinya perusahaan.

“Samator mencatatkan kinerja semester pertama yang sangat kuat, dengan EBITDA tertinggi sepanjang sejarah untuk periode semester pertama serta laba bersih yang meningkat hampir tiga kali lipat,” kata Rachmat dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).

Melalui ekspansi margin laba kotor sebesar 160 basis poin, imbuhnya, hal tersebut merefleksikan adanya pembenahan fundamental pada aspek operasional perseroan, mulai dari optimalisasi utilisasi pabrik, penyempurnaan efisiensi alur produksi, penghematan penggunaan daya listrik, hingga perbaikan tata kelola rantai pasok.

“Jadi, bukan semata-mata karena faktor non-berulang,” ujarnya.

Dia menambahkan pula bahwa perseroan secara konsisten terus memperketat tingkat disiplin manajemen beban operasional serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi beserta sistem otomatisasi demi mendongkrak efisiensi jalannya proses bisnis.

“Momentum pertumbuhan terus menguat sepanjang semester pertama, di mana penjualan kuartal kedua meningkat sekitar 3% dibandingkan kuartal pertama. Memasuki semester kedua, kami akan tetap berfokus pada eksekusi yang disiplin, pengendalian biaya yang ketat, serta pertumbuhan yang berkelanjutan dan menguntungkan bagi seluruh pemegang saham,” tutur Rachmat.

Berdasarkan tinjauan atas laporan keuangan konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir tepat pada 30 Juni 2026, pihak Samator mengantongi angka pendapatan sebesar Rp1,54 triliun atau mengalami kenaikan 8,9% secara tahunan (year-on-year/YoY). 

Hasil positif ini disokong oleh tingginya permintaan yang tetap solid dari bermacam-macam sektor krusial, terkhusus industri serta layanan kesehatan yang selama ini menjadi pasar tumpuan perseroan.

Di samping itu, perolehan laba kotor AGII bertumbuh 12,8% YoY menjadi Rp725,6 miliar, diiringi kenaikan margin laba kotor sebesar 160 basis poin ke level 47,0%, apabila dibandingkan catatan semester I/2025 yang berada di posisi 45,4%. 

Peningkatan tersebut dipicu oleh beragam aspek perbaikan operasional yang bersifat struktural, di antaranya optimalisasi utilisasi pabrik, efisiensi pemakaian listrik, serta penataan ulang rantai pasok.

Dalam pos lainnya, EBITDA yang dilaporkan (reported EBITDA) mendaki 10,0% YoY ke angka Rp452,5 miliar, yang sekaligus menorehkan rekor EBITDA semester pertama tertinggi sepanjang sejarah perseroan, dengan persentase margin EBITDA terkerek naik menjadi 29,3% dari sebelumnya 29,0% pada periode yang sama tahun lalu. 

Di luar komponen pos-pos one-off bersih senilai Rp2,7 miliar, perolehan EBITDA yang disesuaikan (Adjusted EBITDA) tercatat sebesar Rp449,7 miliar atau menanjak 13,7% YoY.

Sementara itu, perolehan laba bersih secara keseluruhan melesat 178% menjadi Rp67,4 miliar jika dibandingkan capaian sebelumnya yang sebesar Rp24,2 miliar pada semester I/2025. Di sisi lain, laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk tercatat mencapai Rp65,2 miliar, atau hampir menyamai tiga kali lipat perolehan senilai Rp22,6 miliar pada kurun waktu yang sama tahun lalu. 

Seluruh pencapaian gemilang tersebut disokong oleh kenaikan margin laba kotor, kedisiplinan dalam menekan biaya operasional, serta penurunan beban pendanaan bersih seiring menyusutnya biaya pinjaman dan bertambahnya pendapatan bunga dari simpanan cadangan kas perusahaan.

Terkini