Kemenhub Bagikan 1.690 Life Jacket bagi Nelayan Cilacap

Selasa, 28 Juli 2026 | 20:52:01 WIB
Lewat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan berkomitmen memperkuat budaya keselamatan pelayaran melalui program edukasi Kampanye Keselamatan Pelayaran yang diselenggarakan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: NET)

JAKARTA - Lewat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan berkomitmen memperkuat budaya keselamatan pelayaran melalui program edukasi Kampanye Keselamatan Pelayaran yang diselenggarakan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Triono selaku Plt Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub menyalurkan bantuan logistik berupa 1.690 unit life jacket, 1.440 e-Pas Kecil, serta 148 Pas Sungai dan Danau bagi para nelayan setempat dan komunitas maritim di sekitar Pantai Teluk Penyu, Cilacap.

“Bantuan ini diharapkan dapat mendukung pemenuhan alat keselamatan sekaligus mendorong terwujudnya tertib administrasi pelayaran,” ungkap Triono dalam keterangan di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Triono menjelaskan bahwa Kabupaten Cilacap memegang peranan strategis dengan tingginya intensitas pelayaran niaga, distribusi logistik, serta sektor perikanan. Tingginya aktivitas ini wajib diimbangi lewat kepatuhan terhadap standarisasi keselamatan guna meminimalisir risiko kecelakaan di laut.

“Keselamatan pelayaran adalah tanggung jawab bersama. Untuk itu, seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat maritim, perlu menjadikan keselamatan sebagai budaya dengan selalu melengkapi kapal dengan peralatan keselamatan, menggunakan 'life jacket' dan tidak melebihi kapasitas angkut kapal,” katanya.

Dalam agenda yang sama, Bintang Dwi Cahyono selaku Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik yang bertindak mewakili Plt Bupati Cilacap mengutarakan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah memegang andil krusial dalam membentuk budaya keselamatan maritim.

"Kami mengapresiasi langkah Kemenhub dalam membagikan alat keselamatan dan menerbitkan pas kapal bagi para nelayan. Keselamatan jiwa dan tertib administrasi tentunya harus berjalan beriringan demi mewujudkan pelayaran yang selamat, aman dan berkelanjutan,” ungkap Bintang.

Pemerintah daerah berharap lewat pelaksanaan kampanye ini, angka kecelakaan laut yang dipicu oleh kelalaian manusia (human error) bisa ditekan, sekaligus mendongkrak kesadaran serta kepatuhan warga terhadap aspek keselamatan berlayar.

Sokongan terhadap agenda ini turut disuarakan oleh Anggota Komisi V DPR RI, Novita Wijayanti. Ia menegaskan bahwa pembentukan budaya keselamatan pelayaran menjadi strategi vital dalam merealisasikan target zero accident di wilayah perairan.

“Zero accident di laut dapat diwujudkan melalui edukasi yang berkelanjutan, peningkatan kesadaran masyarakat, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, saya optimistis target tersebut dapat kami capai secara bertahap,” katanya.

Kampanye Keselamatan Pelayaran sendiri merupakan agenda berkesinambungan yang dijalankan secara konsisten oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut demi mengokohkan pilar keselamatan di sektor transportasi laut nasional.

Pada kegiatan terdahulu, program yang sama telah digulirkan di Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Jakarta. Di sana, pihak kementerian mendistribusikan 150 unit life jacket, 2.216 Buku Pelaut Merah, dan 6 e-Pas Kecil kepada elemen masyarakat maritim di area Jakarta Utara.

Pelaksanaan Kampanye Keselamatan Pelayaran di Cilacap kali ini dihadiri oleh 250 peserta yang meliputi perwakilan Kementerian Perhubungan, jajaran instansi pemerintah daerah, TNI, Polri, badan usaha, asosiasi pelayaran, serta para nelayan dan kru kapal wisata di area Provinsi Jawa Tengah.

Terkini