SNT Angkatan Pertama Dimulai di 17 Kabupaten dan Kota

Selasa, 28 Juli 2026 | 18:25:02 WIB
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari. (Foto: NET)

JAKARTA - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari menyampaikan bahwa Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) sudah mulai dilaksanakan di 17 kabupaten/kota pada tahun ajaran 2026-2027 guna memperkokoh ekosistem pendidikan di berbagai wilayah.

Melalui keterangan tertulis yang didapat di Jakarta, Selasa, Kepala Bakom RI Muhammad Qodari mengungkapkan fakta bahwa baru berkisar 4 persen kecamatan di tanah air yang mempunyai fasilitas SMP dan SMA dengan standar mutu yang bagus. 

Oleh sebab itu, pihak pemerintah saat ini tengah berupaya keras untuk mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan.

"Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mulai menyelenggarakan Sekolah Nasional Terintegrasi atau SNT. SNT mengintegrasikan jenjang SMP dan SMA dalam satu ekosistem pembelajaran yang berkesinambungan," jelas Qodari.

Pada periode tahun ajaran 2026-2027 ini, penerapan SNT dilangsungkan di 17 kabupaten/kota yang tersebar pada 13 provinsi. Wilayah-wilayah tersebut meliputi Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Gowa, Kabupaten Bone Bolango, Kota Tidore Kepulauan, Ibu Kota Nusantara, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Jepara, Kota Subulussalam, Kota Tarakan, Kabupaten Donggala, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kupang, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Tebo, serta Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Ia memaparkan bahwa proses penerimaan peserta didik baru untuk program SNT ini menyasar para calon siswa kelas 7 SMP dan kelas 10 SMA.

"Pada tahap awal, pembelajaran menggunakan lokasi yang telah disiapkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Sementara pembangunan kampus permanen terus berlangsung. Pendaftaran diprioritaskan bagi calon murid dari kabupaten atau kota tempat SNT berada," tutur Qodari.

Program SNT ini dikonsepkan untuk menjadi sentra peningkatan mutu pendidikan di daerah melalui jalan peningkatan kapasitas guru, saling membagikan praktik baik, optimalisasi pemanfaatan sumber belajar, hingga jalinan kemitraan bersama sekolah-sekolah di area sekitarnya.

SNT diproyeksikan mampu menyatukan jenjang tingkat SMP dan SMA ke dalam sebuah ekosistem pembelajaran yang terpadu. 

Para siswa nantinya menempuh kurikulum nasional lewat metode pembelajaran mendalam yang berbasis STEM (sains, teknologi, rekayasa, seni, matematika) serta olahraga. 

Selain itu, mereka juga diberikan porsi ruang yang lebih lapang untuk mematangkan karakter, minat, bakat, sekaligus talenta yang dimiliki.

Ia pun menggaransi bahwa kehadiran SNT ini akan saling melengkapi dengan program-program pendidikan lain yang digagas oleh pemerintah, termasuk di antaranya Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda.

"Masing-masing memiliki sasaran dan pendekatan yang berbeda, tapi semuanya memiliki tujuan yang sama, yakni memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan kesempatan untuk berkembang secara optimal," demikian Muhammad Qodari.

Terkini