Evaluasi Kinerja, Pemerintah Pastikan Program Prioritas Tepat Sasaran

Selasa, 28 Juli 2026 | 18:17:01 WIB
Bakom: Evaluasi Perkuat Pelaksanaan Program Prioritas Presiden Prabowo [FOTO: NET].

JAKARTA - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari mengemukakan bahwa pelaksanaan evaluasi memegang peranan krusial dalam tata kelola penyelenggaraan pemerintahan demi menjamin seluruh program prioritas dapat berjalan secara efektif serta memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat.

Berdasarkan penjelasan Qodari, agenda evaluasi yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto bersama seluruh jajaran anggota Kabinet Merah Putih dalam Sidang Kabinet Paripurna beberapa waktu lalu memiliki tujuan utama untuk mengukur tingkat pencapaian program kerja pemerintah sekaligus memetakan berbagai kendala serta perbaikan yang dibutuhkan.

"Melalui evaluasi, pemerintah dapat memahami apa yang telah berjalan dengan baik, apa yang masih perlu ditingkatkan, tantangan yang dihadapi, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengatasinya," ujar Qodari dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Sepanjang proses evaluasi berkala ini, pemerintah mencatat sejumlah pencapaian penting, di antaranya penyelesaian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, peresmian Proyek Gas Abadi Masela yang sempat mangkrak selama hampir 28 tahun, serta peluncuran bahan bakar B50 sebagai strategi penguatan ketahanan dan kedaulatan energi nasional.

Di samping itu, fokus pemerintah turut diarahkan pada sektor pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui peresmian sebanyak 1.061 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta 100 Kampung Nelayan Merah Putih sepanjang tahun berjalan.

Pada ranah peningkatan mutu pelayanan publik, pemerintah mengonfirmasi adanya kemajuan signifikan lewat ekspansi kehadiran Mal Pelayanan Publik (MPP) yang kini telah beroperasi di 313 kabupaten/kota dengan menyediakan hingga 150 variasi jenis layanan dalam satu tempat terpadu.

Menurut Qodari, keberadaan fasilitas MPP tersebut berhasil memangkas birokrasi sehingga warga tidak perlu lagi menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengantre atau berpindah-pindah kantor instansi demi mengurus beragam dokumen administrasi.

Pemerintah pun terus menggenjot proses akselerasi transformasi digital, termasuk penerapan digitalisasi program perlindungan sosial yang kini telah diuji coba di 43 kabupaten/kota yang mencakup 26 provinsi. Disebutkan pula bahwa saat ini sudah ada sekitar 1 juta keluarga yang masuk ke dalam sistem tersebut dari target total sebanyak 12,5 juta keluarga.

"Sebelumnya, untuk mengurus berbagai dokumen dan pendaftar bantuan, sebuah keluarga dapat mengeluarkan biaya sekitar Rp150 ribu. Sekarang proses itu dapat dilakukan secara gratis," kata Qodari.

Qodari menegaskan bahwa beragam deretan capaian tersebut bukan sekadar instrumen pemenuhan target administratif semata, melainkan wujud nyata komitmen pemerintah yang konsisten bekerja demi mendongkrak kesejahteraan rakyat.

Lebih lanjut, pihak pemerintah memandang budaya evaluasi sebagai tradisi kerja yang sehat sekaligus mekanisme kontrol agar seluruh agenda program prioritas senantiasa berada di jalur yang tepat sesuai arahan Presiden Prabowo.

Oleh sebab itu, Qodari memastikan bahwa hasil dari evaluasi tersebut tidak akan menggeser arah komitmen pemerintah terhadap keberlanjutan program-program prioritas nasional.

"Evaluasi justru akan memperkuat pelaksanaan program-program tersebut agar lebih tepat sasaran dan berkelanjutan," terangnya.

Ia menambahkan, pemerintah berkomitmen untuk terus mengoptimalkan tingkat efektivitas alokasi belanja negara, mengatrol transparansi dan akuntabilitas, serta memastikan setiap rupiah uang rakyat dari anggaran negara mampu mendatangkan nilai tambah yang optimal bagi masyarakat.

Terkini