Danantara Kaji Obligasi Global Minimal US$ 500 Juta dengan Tenor Panjang

Kamis, 23 Juli 2026 | 20:09:32 WIB
Badan pengelola investasi milik negara Danantara. (Foto: NET)

JAKARTA – Badan pengelola investasi milik negara Danantara dilaporkan sedang mempertimbangkan penerbitan obligasi global dalam mata uang dolar Amerika Serikat (AS) dengan nilai paling sedikit US$ 500 juta untuk jangka panjang. 

Berdasarkan informasi dari Reuters pada Kamis (23/7/2026), dua sumber yang mengetahui secara langsung agenda tersebut mengungkapkan bahwa surat utang ini bakal dirilis lewat Danantara Investment Management, yang bertindak sebagai kendaraan investasi (investment vehicle) Danantara.

Salah satu sumber memaparkan bahwa Danantara berpeluang menetapkan pilihan pada tenor 20 tahun atau 30 tahun, tetapi tidak meluncurkan keduanya secara berbarengan. 

Langkah penerbitan obligasi ini bakal memperpanjang kurva pendanaan luar negeri milik Danantara ke jangka waktu yang lebih lama, selaras dengan kian krusialnya peran lembaga ini dalam menyokong agenda pembangunan ekonomi Presiden Prabowo Subianto. 

Walau begitu, para investor global masih memperhatikan dengan cermat sejumlah aspek, meliputi tata kelola (governance), independensi, serta kapasitas Danantara dalam mengeksekusi tiap proyek investasinya. 

Apabila terwujud, perilisan ini juga bakal menguji animo pasar internasional dalam mengalirkan dana jangka panjang bagi Danantara pasca-debut obligasi global senilai US$ 1,5 miliar pada Juni lalu mendapatkan respons yang kuat.

Kurangi risiko nilai tukar

Seorang sumber Reuters menyampaikan, perolehan dana dari obligasi ini ditujukan demi menyelaraskan struktur pendanaan dengan karakteristik investasi luar negeri Danantara yang bersifat jangka panjang. 

"Alasan strategis penerbitan obligasi ini adalah untuk mencocokkan investasi ekuitas luar negeri jangka panjang dengan sumber pendanaan dolar AS berjangka panjang, sehingga mengurangi risiko ketidaksesuaian mata uang (currency mismatch)," ujar sumber itu.

Menurut penjelasannya, kebijakan ini pun bakal turut membantu meminimalkan beban ekstra pada permintaan dolar AS di pasar domestik, sehingga mampu menekan gejolak terhadap nilai tukar rupiah. 

Sumber itu pun mengimbuhkan bahwa penentuan waktu penerbitan surat utang bakal berjalan fleksibel lantaran Danantara saat ini tidak berada dalam kondisi tekanan likuiditas. 

Sampai laporan ini diturunkan, pihak Danantara masih belum memberikan respons terkait permintaan konfirmasi dari Reuters.

Gandeng lima bank global

Merujuk pada dokumen mandat yang didapatkan Reuters, Danantara sudah menunjuk sejumlah lembaga keuangan internasional yaitu Citigroup, HSBC, JPMorgan, MUFG, serta Standard Chartered Bank untuk bertindak sebagai joint lead managers dan bookrunners dalam rencana aksi korporasi tersebut. 

Surat utang yang akan diluncurkan ini merupakan bagian dari program Global Medium-Term Note (GMTN) senilai US$ 5 miliar milik Danantara.

Bahan presentasi bagi para investor yang diperoleh Reuters memperlihatkan bahwa hingga tanggal 30 April 2026, Danantara memegang kas dan setara kas mencapai Rp 123 triliun. Kondisi likuiditas yang kokoh tersebut disokong oleh beberapa instrumen pendanaan, di antaranya:

  • Hasil emisi obligasi global perdana sebesar US$ 1,5 miliar.
  • Fasilitas kredit bergulir multivaluta (multicurrency revolving credit facility) senilai US$ 10 miliar.
  • Setoran dividen badan usaha milik negara (BUMN) senilai Rp 70 triliun.
  • Dana hasil Patriot Bond sejumlah Rp 68,4 triliun.

Target alokasi aset hingga 2030

Melalui dokumen pemaparan yang sama, Danantara turut memaparkan agenda penyesuaian portofolio yang dilakukan secara bertahap demi meraih target alokasi aset strategis di tahun 2030. Rincian komposisi portofolio yang disasar meliputi:

  • 10% sampai 20% dikucurkan pada investasi strategis.
  • 20% sampai 45% dialokasikan pada aset privat (private assets).
  • 20% sampai 40% ditempatkan pada aset publik (public assets).
  • 15% sampai 25% dimasukkan pada portofolio alokasi fleksibel.
  • 5% dialokasikan sebagai cadangan likuiditas.

Langkah strategi ini dipersiapkan guna mendorong ekspansi portofolio investasi jangka panjang Danantara, sekaligus tetap mempertahankan fleksibilitas keuangan dan manajemen risiko di tengah ketidakpastian pasar global.

Terkini