Risiko Refinancing, Pefindo Downgrade PTPP, Perumnas & ADCP

Rabu, 22 Juli 2026 | 23:56:46 WIB
Alasan Pefindo Turunkan Peringkat BUMN PTPP, Perumnas & ADCP [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memangkas peringkat kredit PT PP Tbk. (PTPP), Perum Perumnas, serta PT Adhi Commuter Properti Tbk. (ADCP) sepanjang semester I/2026. Faktor utama di balik tindakan tersebut meliputi tingginya risiko refinancing, tekanan likuiditas, hingga meningkatnya risiko pemenuhan kewajiban utang.

Analis Divisi Pemeringkatan Non-Jasa Keuangan 2 Pefindo Qorri Aina mengungkapkan bahwa ketiga badan usaha milik negara itu mengalami penurunan peringkat maupun perubahan outlook karena menghadapi tekanan likuiditas yang cukup tinggi.

”Ketiga perusahaan ini mengalami downgrade maupun perubahan outlook karena tingginya risiko refinancing tekanan likuiditas serta meningkatnya risiko pemenuhan kewajiban utang,” tegasnya dalam konferensi pers Pefindo, Rabu (22/7/2026).

PTPP mencatatkan penurunan peringkat sekaligus perubahan outlook dari A/Stable menjadi BBB+/Negative. Sementara itu, Perum Perumnas turun dari B/Negative menjadi CCC/CW Negative. Di sisi lain, ADCP mengalami penurunan peringkat sebanyak dua kali dalam kurun waktu enam bulan.

Pefindo mula-mula memangkas rating dari BBB-/Negative menjadi B/Negative, sebelum kembali menurunkannya ke level CCC/CW Negative. Berdasarkan Rating Summary ADCP, Pefindo menerangkan bahwa peringkat perseroan masih mempunyai potensi untuk kembali diturunkan jika terjadi gagal bayar pada kewajiban keuangan lainnya.

BACA JUGA Pefindo Buka-bukaan Sektor dengan Risiko Turun Peringkat di 2026 Pefindo: Kupon Surat Utang Korporasi Turun saat Yield SBN Melejit Pefindo Kantongi Mandat Penerbitan Obligasi Rp50,81 Triliun Semester II/2026

Di sisi lain, lembaga pemeringkat tersebut menyampaikan bakal meninjau ulang status CreditWatch selepas ada konfirmasi pembayaran jaminan Credit Guarantee and Investment Facility (CGIF), serta mengevaluasi kembali posisi likuiditas jangka pendek, prospek pendanaan, dan kemampuan ADCP dalam memenuhi sisa kewajiban keuangannya secara tepat waktu.

Secara keseluruhan, Pefindo mengeksekusi 11 aksi pemeringkatan terhadap korporasi dari sektor nonjasa keuangan sepanjang kurun Januari hingga Juni 2026. Di tengah gelombang penurunan peringkat tersebut, sejumlah emiten justru berhasil mengantongi kenaikan rating.

PT PP Property Tbk. (PPRO) kini memegang peringkat B/Stable yang sebelumnya berada di posisi CCC/Stable. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) naik ke level B/CW Negative dari posisi awal Selective Default (SD), sedangkan PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) sukses meraih kenaikan peringkat menjadi A+/Stable.

Qorri menuturkan bahwa lonjakan rating Hartadinata dipicu oleh membaiknya profil keuangan serta performa operasional korporasi.

”Sementara untuk Hartadinata, mereka mendapatkan upgrade karena kami melihat adanya perbaikan profil keuangan dan juga pertumbuhan operasional yang konsisten,” katanya.

Terkini