Anggaran Pertahanan Bisa Dipangkas Jika Defisit Terganggu, Kata Menkeu

Selasa, 21 Juli 2026 | 19:02:01 WIB
Menkeu Purbaya Buka Opsi Pangkas Anggaran Pertahanan Demi Defisit [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemotongan pos anggaran pertahanan berpeluang dijadikan sebagai salah satu alternatif kebijakan apabila stabilitas fiskal negara mengalami tekanan.

"Belum. Tapi kami begini, hitungan anggaran pos-nya besar. Kalau memang mungkin defisit kami terganggu ya kami pangkas," kata Purbaya di Kompleks Istana, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Meskipun demikian, Purbaya menilai bahwa langkah drastis tersebut belum mendesak untuk segera direalisasikan dalam waktu dekat.

"Tapi rasanya enggak, masih jauh dari sana. Jadi kami masih cukup," ujar dia.

Lebih lanjut, ia memastikan bahwa kondisi keuangan negara saat ini masih berada dalam batasan yang aman dan terkendali.

"Kebijakan fiskal aman. Jadi enggak usah dijelasin lagi, udah aman, aman," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto sempat menyampaikan bahwa pemerintah berencana melakukan penghematan anggaran secara masif guna memberantas kemiskinan serta kelaparan di Tanah Air. 

Apabila situasi menuntut demikian, Prabowo bahkan menyatakan kesiapannya untuk memotong alokasi anggaran sektor pertahanan dan kepolisian.

"Kami akan hemat anggaran kami. Kami akan bikin efisien. Bila perlu anggaran pertahanan kami kurangi, anggaran polisi kami kurangi untuk menghilangkan kemiskinan," kata Prabowo, dalam Panen Raya Bersama TNI, di Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Kepala Negara pun sempat melontarkan pertanyaan kepada para prajurit TNI dan anggota Polri yang hadir di lokasi guna memastikan tingkat kerelaan mereka. Jajaran aparat keamanan yang mendengarkan seruan tersebut lantas menyatakan kesanggupannya.

"Rela TNI? Rela polisi? Aku tanya TNI bukan kau. Rela ya kurangi? Ikhlas? Kok ikhlas, ikhlas, ikhlas," ucap dia.

Terkini