Target Peserta Program Magang Nasional 2026 Naik Jadi 150 Ribu Orang

Selasa, 21 Juli 2026 | 18:50:31 WIB
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari. (Foto: NET)

JAKARTA - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menyampaikan bahwa pemerintah menetapkan target sebanyak 150.000 peserta untuk mengikuti Program Magang Nasional di sepanjang tahun 2026. 

Jumlah tersebut memperlihatkan kenaikan jika dibandingkan dengan periode 2025 yang hanya menjaring 102.696 peserta.

"Target peserta program magang nasional tahun ini yang mencapai 150.000 peserta mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Sebagai pembanding, program magang nasional tahun 2025 melibatkan 102.696 peserta," kata Qodari dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Muhammad Qodari menjelaskan bahwa penambahan target ini menjadi wujud nyata dari komitmen pemerintah untuk mengokohkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045. 

Untuk fase awal, registrasi Program Magang Nasional ini dibuka mulai 15 hingga 28 Juli 2026 dengan alokasi kuota sebesar 50.000 peserta.

"Program magang nasional memang dirancang untuk meningkatkan kompetensi generasi muda sekaligus memberikan pengalaman kerja yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri," ujar Qodari.

Ia memaparkan bahwa lewat program ini, para alumni perguruan tinggi berpeluang merasakan pengalaman magang selama enam bulan dan mendapatkan uang saku bulanan yang nilainya setara dengan upah minimum provinsi (UMP) ataupun upah minimum kabupaten/kota (UMK).

Bukan hanya sekadar menyajikan pengalaman kerja, program ini turut membukakan jalan bagi para peserta untuk merajut jejaring profesional, memperdalam wawasan seputar industri, hingga memperbesar peluang langsung direkrut oleh korporasi tempat mereka melaksanakan magang.

"Dengan demikian, generasi muda Indonesia diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, tetapi juga lebih siap memasuki dunia kerja dengan percaya diri," tuturnya.

Merujuk pada hasil evaluasi dari pelaksanaan Program Magang Nasional gelombang pertama dan kedua pada tahun 2025 yang diikuti oleh 65.245 peserta serta 7.217 mentor, tercatat hampir 98,5 persen peserta dianggap berhasil meningkatkan kemampuan teknis mereka. 

Di samping itu, ada lebih dari 84 persen peserta yang mengaku merasa puas ataupun sangat puas terhadap berjalannya program ini.

Respons positif yang sejalan pun diutarakan oleh para mentor dan pihak korporasi, di mana sekitar 84 persen dari mereka mengaku puas atau sangat puas atas kapasitas belajar dan daya serap ilmu dari para peserta selama masa pemagangan.

Ditinjau dari aspek manfaat ekonomi, di atas 97 persen peserta menyebutkan bahwa kompensasi uang saku yang didapatkan tergolong cukup membantu menyokong kestabilan finansial pribadi maupun keluarga mereka. 

Sementara itu, terdapat sekitar 30 persen dari total peserta yang langsung mendapatkan tawaran ikatan kerja selepas menyelesaikan masa magang mereka.

Muhammad Qodari menegaskan bahwa pihak pemerintah menempatkan aspek pembangunan SDM sebagai taktik krusial untuk unggul dalam kompetisi global. 

Oleh sebab itu, pemerintah tidak cuma berfokus pada penyediaan lapangan kerja baru, melainkan juga memastikan agar tenaga kerja domestik mempunyai kompetensi, tingkat produktivitas, serta daya saing yang jauh lebih kokoh.

"Bagi pemerintah, pembangunan sumber daya manusia merupakan strategi utama untuk memenangkan persaingan global. Karena itu, pemerintah tidak hanya berupaya membuka lapangan kerja, tetapi juga memastikan tenaga kerja Indonesia memiliki kompetensi, produktivitas, dan daya saing yang semakin kuat," pungkasnya.

Terkini