Menlu RI Tekankan Pentingnya Kredibilitas dan Stabilitas ASEAN

Selasa, 21 Juli 2026 | 18:38:01 WIB
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono. (Foto: NET)

JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyatakan secara tegas bahwa ASEAN wajib mempertahankan kredibilitasnya lewat kepastian pembangunan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga stabilitas di kawasan.

“Pada akhirnya, pertanyaannya bukan seberapa jauh ASEAN telah melangkah, tetapi apakah masyarakat kami benar-benar dapat merasakan manfaatnya,” ujar Menlu RI saat menghadiri sesi pleno Pertemuan ke-59 Menlu se-ASEAN (AMM) di Manila, Filipina, pada Selasa (21/7/2026).

Merujuk pada penjelasan resmi Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Sugiono memaparkan bahwa tantangan awal bagi ASEAN yakni merawat perdamaian dan menjamin tatanan relasi di kawasan tetap berpijak pada hukum.

Oleh sebab itu, pihak Indonesia mendesak agar penuntasan kode tata perilaku (code of conduct) di Laut China Selatan dapat diselesaikan secara efektif, substantif, dan berbasis hukum internasional pada tahun ini.

“Kawasan yang diatur berdasarkan hukum akan selalu lebih kuat daripada kawasan yang diatur berlandaskan kekuatan,” ucap Sugiono menegaskan.

Ia menyampaikan bahwa tingkat kepercayaan terhadap ASEAN juga diukur dari proteksi yang mampu dihadirkan bagi warganya. 

Karena hal tersebut, Indonesia memberikan usulan untuk membentuk forum divisi kepala urusan konsuler se-ASEAN demi memperkokoh koordinasi dalam melindungi warga negara ASEAN yang berada di luar negeri, terutama saat menghadapi konflik serta situasi darurat.

Di kala tekanan terhadap multilateralisme kian menguat, Indonesia meminta supaya kolaborasi antara ASEAN bersama para mitra difokuskan pada pemenuhan kebutuhan riil kawasan, seperti penanganan krisis, ketahanan pangan serta energi, hingga ketangguhan rantai pasok.

Sugiono pun mengajak agar kewenangan dan sumber daya yang dimiliki ASEAN terus diperkuat demi menyelaraskan langkah dengan target “Visi Komunitas ASEAN 2045”, terlebih organisasi ini akan merayakan hari jadinya yang ke-60 pada tahun 2027 mendatang.

Berdasarkan keterangan Kemlu RI, agenda AMM ke-59 di Manila ini diselenggarakan pada 20-24 Juli 2026 dengan mempertemukan seluruh menlu se-ASEAN serta para mitra eksternal.

Beberapa poin utama yang dibahas dalam diskusi tersebut meliputi pembangunan komunitas ASEAN, hubungan dengan pihak luar, hingga beragam persoalan regional serta global.

Forum ini menghasilkan kesepakatan atas beberapa dokumen krusial, seperti komunike bersama mengenai perluasan kerja sama ASEAN, pernyataan bersama terkait kondisi di Timur Tengah, serta berkas lain mengenai kerja sama Traktat Persahabatan dan Kerja Sama (TAC) serta kemitraan wicara ASEAN.

Pada momen yang sama, para menlu ASEAN pun mufakat untuk menyambut Turkiye sebagai mitra wicara paling baru bagi ASEAN.

Terkini