Prabowo Ungkap Cerita Tegur Inpex Soal Blok Masela yang Mangkrak

Senin, 20 Juli 2026 | 03:48:02 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: NET)

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyatakan proyek LNG Abadi Masela yang hampir tiga dekade tertunda akhirnya mulai berjalan setelah pemerintah menunjukkan sikap tegas terhadap pihak investor asal Jepang, Inpex Corporation.

Pernyataan tersebut diungkapkan Prabowo ketika memberi arahan kepada jajaran Kabinet Merah Putih dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026). 

Prabowo menyebutkan bahwa pemerintah menolak proyek-proyek strategis nasional terus-menerus tertunda sewaktu Indonesia sangat memerlukan pasokan energi sekaligus tambahan devisa.

"Kemudian untuk menghadapi fenomena tadi, ini prestasi yang lain saya kira proyek Gas Abadi Masela selama 28 tahun mangkrak," kata Prabowo.

Ia berkisah sempat mengutarakan hal itu secara langsung kepada pimpinan Inpex saat melangsungkan kunjungan kerja ke Tokyo. Dalam agenda pertemuan itu, Prabowo menuntut kepastian perihal komitmen dari perusahaan Jepang tersebut atas pengembangan Blok Masela.

"Saya berangkat ke Tokyo, saya ketemu pimpinannya perusahaan-perusahaan Jepang itu, Inpex ya. Saya sampaikan dengan baik dan sopan, 'Saudara masih berminat enggak? Kalau saudara tidak berminat saya akan alokasi, saya akan tunjuk perusahaan lain'," ujarnya.

Walau begitu, Prabowo menggarisbawahi bahwa langkah penyampaian pesan tersebut bukanlah sebuah ultimatum bagi pihak investor, melainkan bentuk ketegasan nyata dari pemerintah agar proyek strategis tidak kembali terhambat.

"Sopan tetapi tegas. Sebagai bangsa Indonesia yang ramah tidak mungkin kami kasih ultimatum. Bukan ultimatum itu, tetapi imbauan," katanya.

Prabowo menyatakan telah memaparkan kepada perwakilan Jepang bahwa Indonesia amat memerlukan realisasi proyek ini lantaran berkaitan erat dengan ketahanan energi nasional serta upaya mendongkrak penerimaan devisa negara.

"'Yang Mulia, apakah Jepang masih berminat? Masalahnya bangsa Indonesia sangat butuh energi, sangat butuh devisa,'" tutur Prabowo menirukan percakapannya dengan pihak Inpex.

Presiden pun berkelakar bahwa sekembalinya ke Tanah Air, ia menginstruksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk terus memantau dan mengawal akselerasi pengerjaan proyek tersebut.

"Habis itu pulang-pulang, ya kalau Menteri ESDM boleh saya tekan-tekan, tidak apa-apa, 6 bulan tidak ada kegiatan, cabut!" ucapnya yang seketika disambut gelak tawa para peserta sidang kabinet.

Proyek LNG Abadi Masela sendiri terhitung sebagai salah satu proyek energi dengan skala terbesar di Indonesia yang pembahasannya sudah bergulir sejak akhir era 1990-an. 

Kendati demikian, proyek ini kerap menemui jalan buntu dan penundaan akibat pergantian skema pengembangan, proses negosiasi komersial, hingga urusan perizinan.

Pemerintah memproyeksikan proyek ini mampu menjadi motor utama penopang produksi gas nasional sekalgus memperkokoh ketahanan energi serta pendapatan devisa melalui jalur ekspor gas alam cair (LNG). 

Di samping itu, Presiden Prabowo pun baru saja meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek LNG Abadi Masela yang bertempat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada Kamis (16/7/2026).

Terkini