Kunjungan Gibran ke Minahasa Perkuat Respons Cepat Penanganan Bencana Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 12:08:15 WIB
Kunjungan Gibran ke Minahasa Perkuat Respons Cepat Penanganan Bencana Nasional

JAKARTA - Pemerintah menunjukkan komitmen kuat dalam merespons bencana alam dengan memastikan kehadiran langsung di tengah masyarakat terdampak. 

Hal ini tercermin dari langkah Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka yang melanjutkan kunjungan kerjanya ke wilayah terdampak gempa di Sulawesi Utara. Setelah menyelesaikan agenda di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Wapres langsung bertolak menuju Kabupaten Minahasa untuk melihat kondisi lapangan sekaligus memberikan dukungan kepada korban.

Langkah ini tidak hanya menjadi simbol empati, tetapi juga bagian dari upaya memastikan penanganan bencana berjalan secara cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran. Kehadiran langsung pejabat tinggi negara di lokasi bencana dinilai penting untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa pemerintah hadir dalam situasi sulit.

Gibran Tinjau Lokasi Terdampak Gempa Usai Kunjungan Kerja Dari Kupang

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melanjutkan kunjungan kerjanya dengan menyambangi Desa Tateli, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, pada Senin (6/4) malam. Kunjungan tersebut dilakukan setelah dirinya merampungkan agenda di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Setibanya di Minahasa, Wapres Gibran langsung melayat ke rumah duka salah satu korban gempa bumi magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah sekitar perairan Bitung, Sulawesi Utara, dan juga wilayah Maluku Utara.

Sekretariat Wakil Presiden dalam siaran resminya yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, menjelaskan kunjungan Wapres ke rumah duka itu merupakan bentuk perhatian dan empati pemerintah terhadap masyarakat terdampak bencana.

"(Kunjungan tersebut) sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kehadiran negara dalam setiap situasi darurat," demikian siaran resmi Sekretariat Wakil Presiden.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang beberapa wilayah di Sulawesi Utara pada Kamis (2/4) dan menyebabkan sejumlah bangunan rusak, serta satu orang warga atas nama Deitje Lahia (usia 69 tahun) meninggal dunia.

Wapres Sampaikan Belasungkawa Langsung Kepada Keluarga Korban Terdampak Gempa

Korban meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan di kawasan Gedung KONI, Manado. Korban, yang merupakan warga Desa Tateli, langsung meninggal di tempat akibat reruntuhan tersebut. Jasad almarhumah saat ini telah dimakamkan oleh pihak keluarga.

Di rumah duka, Wapres Gibran menyampaikan secara langsung ucapan belasungkawa kepada keluarga almarhumah Deitje. Gibran menyampaikan kepada pihak keluarga korban bahwa pemerintah masih terus memantau berbagai kerusakan dan dampak lainnya yang dialami oleh masyarakat akibat gempa pada Kamis pekan lalu itu.

Sekretariat Wakil Presiden, dalam siaran yang sama, mengatakan kehadiran Wapres Gibran di rumah duka tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan moril bagi keluarga korban.

"Kehadiran Wapres di lokasi diharapkan bisa memberikan dukungan moril bagi keluarga korban sekaligus memastikan bahwa upaya penanganan bencana berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi," demikian siaran resmi Sekretariat Wapres.

Kehadiran langsung ini juga menjadi bagian penting dalam memastikan komunikasi antara pemerintah pusat dan masyarakat berjalan dengan baik, terutama dalam kondisi darurat yang membutuhkan perhatian cepat dan menyeluruh.

Pemerintah Kerahkan Tim Tangani Dampak Gempa Di Sulawesi Utara Dan Sekitarnya

Tak lama setelah gempa mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara, sejumlah kementerian langsung menerjunkan tim untuk membantu penanggulangan dampak bencana.

Langkah cepat ini menunjukkan kesiapan pemerintah dalam menghadapi situasi darurat, sekaligus memastikan bahwa dampak bencana dapat diminimalkan melalui koordinasi lintas sektor.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) langsung mengerahkan tim untuk memeriksa kondisi infrastruktur di sejumlah daerah terdampak gempa di Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Hasil pemantauan awal, sebagian besar jalan dan jembatan masih dalam kondisi aman.

“Untuk Minahasa Utara, Bitung, sementara ini jalan-jalan, jalan jembatan masih aman,” kata Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo kepada wartawan di Jakarta, Kamis (2/4).

Pemeriksaan infrastruktur menjadi langkah krusial untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan dan distribusi bantuan tidak terhambat. Selain itu, kondisi infrastruktur yang aman juga menjadi indikator penting dalam menentukan langkah lanjutan penanganan bencana.

Kehadiran Negara Jadi Kunci Penguatan Penanganan Bencana Secara Terpadu Nasional

Kunjungan Wapres Gibran ke Minahasa menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam setiap kondisi darurat. Tidak hanya melalui kebijakan, tetapi juga melalui aksi nyata di lapangan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan kehadiran negara dalam situasi darurat menjadi landasan utama dalam setiap langkah penanganan bencana. Pemerintah berupaya memastikan bahwa seluruh proses, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan, dilakukan secara terkoordinasi.

Selain memberikan dukungan moril, kehadiran pemerintah di lokasi bencana juga menjadi sarana evaluasi langsung terhadap kondisi lapangan. Dengan demikian, kebijakan yang diambil dapat lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.

Ke depan, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta berbagai kementerian dan lembaga akan terus diperkuat untuk menghadapi potensi bencana yang mungkin terjadi. Hal ini penting mengingat Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap berbagai jenis bencana alam.

Melalui langkah-langkah cepat dan terukur, pemerintah berharap dapat meminimalkan dampak bencana sekaligus mempercepat proses pemulihan bagi masyarakat yang terdampak.

Terkini