Daftar 15 Jenis Vitamin Ibu Hamil yang Wajib Tercukupi

Jumat, 28 Maret 2025 | 06:31:30 WIB
vitamin ibu hamil

Vitamin ibu hamil sangat penting untuk memastikan kesehatan ibu dan perkembangan janin selama kehamilan. 

Setiap ibu hamil membutuhkan asupan nutrisi yang lengkap, termasuk makanan sehat yang kaya akan berbagai vitamin dan mineral. 

Mengandalkan satu jenis zat gizi saja tidaklah cukup; tubuh memerlukan keseimbangan asupan gizi dari berbagai sumber untuk mendukung proses kehamilan. 

Vitamin bagi ibu hamil juga berperan penting dalam memenuhi kebutuhan tubuh selama masa kehamilan, karena jika tidak tercukupi, hal ini dapat meningkatkan risiko bagi ibu dan janin. 

Selain mengonsumsi makanan bergizi, dokter mungkin akan meresepkan suplemen vitamin ibu hamil untuk menunjang kesehatan kehamilan. 

Apa saja vitamin yang baik dikonsumsi oleh ibu hamil sepanjang trimester 1, 2, dan 3? Yuk, simak pembahasan lengkapnya di sini!

Vitamin Ibu Hamil

Vitamin ibu hamil sangat penting untuk mendukung kesehatan ibu dan perkembangan janin. Berikut ini jenis-jenisnya:

1. Vitamin B9 (Asam Folat)

Asam folat atau vitamin B9 merupakan salah satu vitamin yang wajib dikonsumsi oleh ibu hamil. Vitamin ini berperan penting dalam mencegah terjadinya cacat tabung saraf pada bayi yang baru lahir. 

Sayangnya, cacat tabung saraf bisa mulai berkembang pada usia kehamilan 28 hari, di mana banyak wanita belum mengetahui bahwa mereka sedang hamil. 

Oleh karena itu, penting bagi calon ibu untuk mengonsumsi asam folat bahkan saat menjalani program hamil.

Ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi asam folat sebanyak 400 hingga 800 mikrogram setiap hari, terutama selama trimester pertama. Sumber asam folat dapat diperoleh dari sayuran hijau, kacang-kacangan, gandum utuh, dan sereal. 

Selain dari makanan, dokter kandungan biasanya akan meresepkan suplemen asam folat dalam bentuk tablet atau sirup yang lebih mudah diserap oleh tubuh untuk memenuhi kebutuhan tersebut. 

Suplemen vitamin prenatal seperti folamil, promavit, atau blackmores juga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan asam folat dan nutrisi lainnya.

2. Vitamin B

Vitamin B juga sangat penting bagi ibu hamil untuk menjaga agar tubuh tetap bertenaga selama masa kehamilan. Vitamin B mendukung pertumbuhan janin dan mengubah makanan menjadi energi, sehingga ibu hamil tidak mudah lelah. 

Kekurangan vitamin B sering kali menyebabkan kelelahan, terutama pada trimester kedua dan ketiga kehamilan.

Vitamin B dapat ditemukan dalam makanan seperti ikan salmon, roti gandum, kacang-kacangan, pisang, dan sayuran hijau seperti bayam dan brokoli. Selain dari makanan, ibu hamil juga dapat mengonsumsi suplemen vitamin B yang diresepkan oleh dokter.

3. Vitamin B1 (Tiamin)

Vitamin B1 atau tiamin memiliki manfaat penting dalam meningkatkan kecerdasan bayi karena tiamin berperan besar dalam pembentukan otak janin. 

Oleh karena itu, ibu hamil perlu mengonsumsi vitamin B1 sebanyak 1,4 miligram per hari. Beberapa sumber alami vitamin B1 antara lain gandum utuh dan beras merah.

4. Vitamin B2 (Riboflavin)

Vitamin B2 atau riboflavin sangat diperlukan oleh ibu hamil, terutama sepanjang masa kehamilan hingga menjelang persalinan. 

Vitamin B2 larut dalam air, sehingga tubuh tidak menyimpannya dalam waktu lama, sehingga ibu hamil harus mengonsumsinya setiap hari.

Riboflavin berfungsi untuk menjaga kesehatan mata, kulit, dan rambut. Selama kehamilan, perubahan hormon dapat menyebabkan kulit menjadi kusam, sehingga mengonsumsi vitamin B2 yang cukup sangat penting. 

Ibu hamil membutuhkan vitamin B2 sebanyak 1,4 mg setiap hari. Makanan yang kaya akan vitamin B2 termasuk ikan, ayam, produk susu, sayuran hijau, dan telur.

5. Vitamin B3 (Niasin)

Vitamin B3 atau niasin juga memiliki peran penting selama kehamilan, terutama untuk mendukung pencernaan dan metabolisme tubuh. 

Banyak ibu hamil yang mengalami gangguan pencernaan seperti sembelit, kembung, atau diare, dan vitamin B3 dapat membantu mengatasi masalah ini.

Ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi vitamin B3 sebanyak 18 mg per hari. Sumber makanan yang mengandung vitamin B3 antara lain roti gandum dan ikan tuna.

6. Vitamin B6 (Piridoksin)

Vitamin B6, atau piridoksin, merupakan vitamin penting bagi ibu hamil yang diperlukan setiap hari. 

Vitamin ini mendukung perkembangan otak dan sistem saraf bayi, serta memproduksi zat kimia penting seperti norepinefrin dan serotonin, yang dibutuhkan tubuh.

Di trimester pertama, vitamin B6 juga sangat berguna untuk membantu mengatasi mual dan muntah yang sering dialami ibu hamil akibat morning sickness. Biasanya, dokter akan meresepkan suplemen vitamin B6 untuk meredakan gejala tersebut. 

Beberapa makanan yang kaya akan vitamin B6 antara lain pisang, gandum utuh, kacang tanah, dan kacang polong.

7. Vitamin B12 (Kobalamin)

Vitamin B12, atau kobalamin, juga sangat penting selama masa kehamilan. Vitamin ini berperan dalam menjaga kesehatan sistem saraf ibu hamil dan mencegah bayi lahir dengan cacat. 

Vitamin B12 bekerja dengan baik bila dikombinasikan dengan asam folat untuk mengurangi risiko kelainan pada janin. 

Ibu hamil membutuhkan vitamin B12 sebanyak 2,6 mcg per hari. Beberapa sumber alami vitamin B12 antara lain susu, ikan, dan unggas.

8. Vitamin C

Selain vitamin B, ibu hamil juga membutuhkan vitamin C yang sangat penting untuk kesehatan tubuh. Vitamin C tidak dapat diproduksi oleh tubuh dan harus didapatkan dari makanan atau suplemen. 

Vitamin ini membantu penyerapan zat besi, menurunkan risiko preeklampsia, serta mendukung perkembangan janin. Ibu hamil membutuhkan vitamin C sebanyak 85 mg setiap hari. 

Sumber alami vitamin C meliputi buah-buahan seperti jeruk, mangga, stroberi, kiwi, dan jambu biji, serta sayuran seperti brokoli, bayam, dan paprika. 

Jika diperlukan, suplemen vitamin C seperti CDR atau sanbe dapat dikonsumsi, tetapi sebaiknya dengan persetujuan dokter.

9. Vitamin D

Vitamin D berperan penting dalam mendukung pertumbuhan tulang dan gigi bayi. Selain itu, vitamin D juga membantu mencegah bayi lahir dengan berat badan rendah serta mengurangi risiko komplikasi kehamilan dan diabetes gestasional.

Ibu hamil membutuhkan 15 mikrogram vitamin D per hari. Tubuh dapat menghasilkan vitamin D secara alami melalui paparan sinar matahari, jadi berjemur di pagi hari sangat dianjurkan. 

Selain itu, ibu hamil bisa mendapatkan vitamin D dari makanan seperti susu, telur, keju, ikan salmon, dan tenggiri. Jika vitamin D masih kurang, suplemen dapat dikonsumsi atas rekomendasi dokter.

10. Vitamin E

Vitamin E adalah vitamin larut lemak yang sangat penting bagi ibu hamil dengan dosis yang tepat. Fungsi utama vitamin E adalah sebagai antioksidan yang melindungi tubuh dari berbagai kerusakan sel dan virus. 

Selain itu, vitamin E juga memiliki peran dalam mencegah keguguran, menghindari pembekuan darah, membentuk sel darah merah, dan membantu koordinasi tubuh untuk berfungsi dengan baik. 

Kekurangan atau kelebihan vitamin E selama kehamilan dapat membawa dampak yang cukup serius.

Vitamin E juga mendukung perkembangan janin, khususnya sistem saraf, pembentukan mata, pencegahan cacat tubuh, dan peningkatan kemampuan kognitif bayi. 

Ibu hamil membutuhkan vitamin E sekitar 15 mg per hari, namun dalam kondisi tertentu seperti adanya komplikasi atau tekanan darah tinggi, dosis yang lebih tinggi mungkin diperlukan. 

Vitamin E bisa didapat dari sayuran hijau, kacang-kacangan, minyak zaitun, biji-bijian, dan buah-buahan.

11. Vitamin A

Vitamin A berperan penting dalam membantu perkembangan janin, terutama organ vital seperti jantung, paru-paru, hati, ginjal, dan tulang. 

Selain itu, vitamin A juga membantu memperbaiki jaringan tubuh ibu pasca melahirkan, mencegah infeksi setelah melahirkan, serta menjaga kesehatan mata.

Kekurangan vitamin A selama kehamilan bisa menyebabkan risiko keguguran, kebutaan, dan anemia. 

Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk memenuhi kebutuhan vitamin A dengan mengonsumsi makanan seperti sayuran hijau dan kuning, buah pepaya, mangga, ikan tuna, dan produk olahan susu seperti keju.

12. Zat Besi

Zat besi adalah salah satu vitamin yang tidak boleh diabaikan selama kehamilan. Zat besi sangat penting dalam pembentukan sel darah merah dan mencegah ibu hamil mengalami anemia. 

Kekurangan zat besi dapat berisiko melahirkan bayi prematur, bayi dengan berat badan rendah, atau bayi dengan IQ rendah. Zat besi dapat ditemukan pada daging merah, bayam, kacang-kacangan, dan brokoli. 

Bagi ibu hamil yang kekurangan zat besi, dokter mungkin akan meresepkan suplemen zat besi yang sesuai dengan kebutuhan. Penting untuk memeriksa kadar zat besi mulai trimester kedua untuk menentukan apakah perlu penambahan suplemen atau tidak.

13. Kalsium

Kalsium berperan besar dalam mendukung pertumbuhan tulang dan gigi janin serta perkembangan jantung, saraf, dan otot bayi. Ibu hamil membutuhkan sekitar 1000 mg kalsium per hari, setara dengan tiga gelas susu dan empat porsi makanan kaya kalsium.

Sumber alami kalsium meliputi susu dan produk olahannya, sayuran hijau, kacang-kacangan, seafood, jeruk, oatmeal, dan rumput laut. 

Kekurangan kalsium dapat mengarah pada risiko osteoporosis pada ibu, karena tubuh akan menyerap kalsium dari tubuh ibu untuk memenuhi kebutuhan janin.

14. Iodine

Iodine (yodium) adalah mineral yang penting untuk mengubah makanan menjadi energi. Ibu hamil membutuhkan iodine untuk mendukung pertumbuhan otak dan saraf bayi. 

Kekurangan iodine dapat menyebabkan tubuh mudah lelah, otot lemah, dan kenaikan berat badan yang tidak diinginkan.

Ibu hamil membutuhkan 220 mikrogram iodine setiap hari, lebih tinggi dari kebutuhan orang dewasa pada umumnya. Makanan yang kaya akan iodine antara lain garam, seafood, telur, dan susu.

15. Zinc (Seng)

Zinc atau seng berperan penting dalam perkembangan janin, terutama dalam pembentukan sel dan perkembangan organ. Kekurangan zinc dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah, cacat, atau tidak berkembang dengan baik. 

Zinc juga bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh, mencegah infeksi intrauterin, membantu produksi plasenta, dan menyeimbangkan hormon.

Zinc dapat diperoleh dari makanan seperti cokelat hitam, kedelai, kacang merah, yoghurt, daging sapi, seafood, dan bayam. 

Jika kesulitan memperoleh zinc melalui makanan, berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi suplemen.

Sebagai penutup, penting bagi setiap ibu hamil untuk memastikan kecukupan vitamin ibu hamil demi kesehatan diri dan janin yang optimal.

Terkini