Bulu Tangkis, Olahraga Seru dengan 10 Manfaat Kesehatan

Jumat, 29 Agustus 2025 | 10:45:34 WIB
Bulu Tangkis, Olahraga Seru dengan 10 Manfaat Kesehatan

JAKARTA - Olahraga tidak selalu harus membosankan atau monoton. Salah satu cara menyenangkan untuk menjaga kebugaran tubuh adalah melalui permainan bulu tangkis. Tidak hanya menjadi sarana rekreasi, bulu tangkis juga menawarkan banyak manfaat kesehatan yang bisa dirasakan oleh semua kalangan usia.

Bermain bulu tangkis melibatkan gerakan cepat, koordinasi tangan dan mata, serta strategi dalam permainan. Kombinasi ini tidak hanya membuat tubuh bergerak aktif, tetapi juga merangsang otak, memperkuat otot, serta meningkatkan kesehatan jantung dan mental. Berikut ini sepuluh manfaat utama bulu tangkis untuk kesehatan, yang dirangkum berdasarkan berbagai penelitian dan pendapat para ahli.

1. Menurunkan berat badan

Sebagai olahraga kardio atau aerobik, bulu tangkis dapat menguatkan otot jantung dan pembuluh darah. Aliran darah yang lancar memungkinkan oksigen lebih banyak sampai ke sel-sel otot, sehingga metabolisme tubuh berjalan lebih efektif. Sel-sel tubuh pun membakar lemak lebih banyak, baik saat berolahraga maupun saat istirahat.

Jika diimbangi dengan pola makan sehat, latihan bulu tangkis dapat membantu menciptakan kalori defisit, menurunkan berat badan, dan mengurangi risiko obesitas. British Heart Foundation menyebutkan, seorang berusia 50 tahun dengan berat 70 kilogram bisa membakar hingga 350 kkal dalam satu sesi bermain bulu tangkis.

2. Meningkatkan kecerdasan

Bulu tangkis meningkatkan aliran darah ke otak, mendukung fungsi memori, konsentrasi, dan kesiagaan. Penelitian dari Journal of Clinical Medicine (2018) menyatakan, bulu tangkis melibatkan banyak gerakan cepat dibandingkan berlari, sehingga menstimulasi kemampuan kognitif, seperti mengingat strategi lawan dan merespons serangan secara cepat. Studi lain (Pharmacy and Pharmacology, 2015) juga menemukan olahraga ini meningkatkan kecerdasan, konsentrasi, dan kewaspadaan.

3. Memperkuat otot dan sendi

Gerakan melompat, berlari, dan memukul shuttlecock melibatkan otot betis, paha, bokong, panggul, lengan, dan punggung. Teknik dasar seperti servis juga membantu membentuk otot inti, sementara sendi lutut dan bahu bekerja keras untuk mendukung gerakan. Kombinasi ini membuat otot dan sendi lebih kuat dan fleksibel, sehingga mencegah cedera serta memperluas rentang gerak tubuh.

4. Menjaga kesehatan mental

Saat bermain bulu tangkis, tubuh melepaskan hormon endorfin, dopamin, dan serotonin, yang berperan meningkatkan mood dan mengurangi stres. Aktivitas ini membuat pikiran lebih positif, meningkatkan kualitas tidur, dan menjadi terapi tambahan untuk kesehatan mental.

5. Mengendalikan gejala diabetes

Bulu tangkis dapat membantu mengontrol gula darah, baik pada pasien diabetes tipe 1 maupun tipe 2. Olahraga aerobik selama 30–60 menit membantu sel-sel tubuh menggunakan insulin lebih efektif, mengubah gula darah menjadi energi, dan menurunkan kadar gula berlebih. Namun, latihan ini tidak menggantikan pengobatan diabetes yang dianjurkan dokter.

6. Menurunkan tekanan darah

Sebagai olahraga kardio, bulu tangkis meningkatkan aliran darah dan kesehatan pembuluh darah. Hal ini menurunkan tekanan darah dan risiko hipertensi, sekaligus meningkatkan kadar kolesterol baik yang menjaga lapisan pembuluh darah. Efek vasodilatasi membuat aliran darah lebih lancar.

7. Menjaga kesehatan jantung

Bermain bulu tangkis menurunkan kadar kolesterol jahat, mengurangi risiko penumpukan plak di pembuluh darah, dan meningkatkan kolesterol baik. Dengan demikian, risiko penyakit jantung, stroke, atau serangan jantung bisa berkurang.

8. Mengasah kemampuan bersosialisasi

Bulu tangkis biasanya dimainkan minimal dua orang, sehingga mendorong interaksi sosial. Aktivitas ini membantu menyalurkan ekspresi diri, mengembangkan potensi sosial, serta membuat pemain lebih aktif dan kompetitif.

9. Memperkuat tulang

Gerakan memukul shuttlecock, melompat, dan bergerak cepat memberikan tekanan pada tulang paha, lengan atas, tulang belakang, dan betis. Studi Turkish Journal of Sport and Exercise (2019) menunjukkan bahwa pemain bulu tangkis memiliki kepadatan tulang lebih tinggi dibandingkan pemain olahraga lain, sehingga mengurangi risiko osteoporosis.

10. Memperpanjang usia

Olahraga secara umum, termasuk bulu tangkis, dikaitkan dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit jantung. Studi Circulation (2022) menemukan bahwa olahraga rutin dapat menurunkan risiko kematian hingga 21 persen, sementara olahraga lebih intensif hingga 2–4 kali anjuran menurunkan risiko hingga 31 persen. Disarankan melakukan latihan aerobik seperti bulu tangkis 150 menit per minggu (intensitas sedang) atau 75 menit per minggu (intensitas tinggi).

Risiko cedera dan tips aman

Bulu tangkis memberikan tekanan besar pada otot dan sendi. Cedera yang mungkin terjadi termasuk ligamen robek, peradangan tendon, radang tulang kering, radang tumit, dan tendon putus. Untuk mengurangi risiko, penting untuk rutin berolahraga sebelum mulai bermain, menghindari gerakan terlalu intens, dan tidak memukul shuttlecock terlalu keras.

Bermain bulu tangkis secara teratur tidak hanya meningkatkan kebugaran fisik, tetapi juga mendukung kesehatan mental, sosial, dan daya tahan tubuh secara menyeluruh.

Terkini

Pertamina Ubah Minyak Jelantah Jadi Bioavtur Pesawat

Jumat, 29 Agustus 2025 | 13:12:09 WIB

Cek Jadwal Kapal Pelni Ternate ke Ambon Bulan Ini

Jumat, 29 Agustus 2025 | 13:22:18 WIB

Jadwal Kapal Ferry ASDP Kupang Hari Ini

Jumat, 29 Agustus 2025 | 13:26:01 WIB

KAI Buka Lowongan Kerja: Cara Daftar Resmi Online

Jumat, 29 Agustus 2025 | 13:32:28 WIB