Perkuat Kemitraan Strategis, Wapres Gibran Sambut DPM Bulgaria

Selasa, 15 September 2026 | 18:14:33 WIB
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming [FOTO: NET].

JAKARTA — Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka melangsungkan agenda menerima kunjungan kehormatan secara langsung dari pihak Deputi Perdana Menteri (DPM) Republik Bulgaria, Alexander Poulev, bertempat di lingkungan Istana Wakil Presiden, kawasan Jakarta, pada hari Senin (14/09/2026).

Gibran menuturkan bahwa pelaksanaan pertemuan penting tersebut berfungsi sebagai momentum strategis untuk memperkokoh jalinan hubungan bilateral antara Indonesia dan Bulgaria, terkhusus menjelang momentum perayaan hari ulang tahun ke-70 perjalanan sejarah hubungan diplomatik kedua negara sahabat.

“Kunjungan ini adalah kunjungan yang sangat istimewa karena memperingati 70 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Bulgaria pada 20 September ini,” ujar Gibran dalam keterangan tertulis, Selasa (15/9/2026).

Ia menambahkan keterangan bahwa agenda pertemuan bersama Alexander—yang turut mengemban portofolio jabatan ganda sebagai Menteri Ekonomi, Investasi, dan Industri Republik Bulgaria tersebut—diarahkan mampu membuka pintu peluang kerja sama baru yang lebih luas, utamanya mencakup sektor bidang perdagangan, investasi, pertahanan, teknologi, hingga ranah industri kreatif.

“Dan saya yakin kunjungan Yang Mulia kali ini dapat lebih mempererat hubungan antara Indonesia dan Bulgaria dan membuka peluang baru, kerja sama baru antara Indonesia dan Bulgaria yang saya yakin ke depan bisa menguntungkan kedua negara,” pungkasnya.

Di sisi lain, Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Anis Matta memaparkan penjelasan bahwa salah satu poin fokus peluang yang turut dibahas secara mendalam dalam forum pertemuan tersebut adalah upaya akselerasi peningkatan volume perdagangan serta perluasan investasi strategis.

Terlebih lagi, posisi negara Bulgaria dinilai memiliki nilai strategis yang potensial untuk bertindak sebagai gerbang pintu masuk utama bagi peredaran produk-produk asal Indonesia agar bisa menembus pangsa pasar kawasan Uni Eropa melalui skema sinergi kerja sama sektor agroindustri serta rantai pasok logistik.

"Tadi salah satu sektor yang dibahas agak mendalam, ini adalah sektor agroindustri, kemudian logistik, dan juga intinya adalah bahwa Bulgaria ingin menjadi pintu masuk produk-produk Indonesia ke Uni Eropa atau market di seluruh kawasan di Eropa yang jumlahnya sekitar 450 juta," tutur Anis.

Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti mengungkapkan bahwa jalannya sesi pertemuan tersebut turut menyinggung pembahasan penting terkait permohonan dukungan diplomatik pihak Bulgaria dalam proses percepatan penyelesaian perjanjian kerangka kerja sama Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), sekaligus membuka lebar peluang jalinan kolaborasi strategis pada sektor pangan dan transfer penguasaan teknologi.

“Lalu kemudian mengenai perjanjian dagang, sedikit tambahan Indonesia-IEU-CEPA, harapannya bisa diratifikasi tahun ini dan berlaku awal tahun 2027, di mana kami berharap support dari Bulgaria,” ujar Dyah.

Terkini