Tito Karnavian Minta Aparat Keamanan Atasi Kelompok Bersenjata di Papua

Selasa, 15 September 2026 | 17:24:31 WIB
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengutarakan harapan agar jajaran aparat keamanan mampu menetralisasi kelompok bersenjata di wilayah Papua menyusul insiden tragis tewasnya tiga orang aparatur sipil negara (ASN) akibat aksi penembakan saat sedang menjalankan tugas di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.

"Saya tentu berharap aparat keamanan: Polri, TNI, dan intelijen bisa menjaga situasi yang lebih kondusif. Kemudian, bisa memantau pergerakan dari kelompok-kelompok itu dan bisa menetralisir kelompok itu," kata Tito di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Langkah penindakan tersebut dinilai sangat mendesak agar warga masyarakat bisa kembali merasakan jaminan keamanan dalam melakoni aktivitas keseharian mereka. Tito menyebutkan bahwa publik bakal merasa jauh lebih tenang beraktivitas manakala tidak ada lagi rentetan serangan yang memicu timbulnya rasa ketakutan.

Menanggapi klaim tudingan dari pihak kelompok bersenjata yang mengebut bahwa para korban ASN tewas tersebut merupakan anggota intelijen, Tito memandang bahwa narasi semacam itu merupakan dalih klasik yang kerap dilontarkan oleh para pelaku tindak kekerasan pasca melancarkan aksi penyerangan.

"Biasanya begitu, yang disampaikan oleh kelompok yang melakukan penembakan, kekerasan, selalu alasannya intel," ujarnya.

Ia menilai bahwa tuduhan semacam itu sengaja diembuskan guna mengganggu ketenteraman warga, menyebarkan teror ketakutan, serta sengaja menciptakan situasi kondisi daerah yang tidak kondusif.

Peristiwa penembakan berdarah tersebut bermula saat rombongan dinas dari instansi Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tengah dalam perjalanan pulang menuju arah Wamena seusai merampungkan agenda pengiriman bantuan pangan berupa hewan ternak babi kepada warga masyarakat di Kampung Kimbim, Distrik Asologaima, pada hari Rabu (9/9).

Rombongan mobil dinas tersebut dicegat dan diadang ketika melintas di kawasan Distrik Muliama, yang berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat kota Wamena. Akibat insiden keji tersebut, total tiga orang pegawai ASN dilaporkan gugur menjadi korban penembakan hingga tewas, masing-masing atas nama Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Meha, serta Willi Mbuik.

Di sisi lain, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan penegasan bahwa institusinya bakal segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem skema pengamanan warga sipil di tanah Papua buntut dari meletusnya peristiwa penyerangan tersebut.

"Ini yang terus kami tetap evaluasi. Pasukan kami juga sudah mulai ditempatkan di tempat-tempat yang sudah kami antisipasi," kata Maruli saat ditemui di Jakarta, Jumat (11/9).

Terkini