Pelatih AC Milan Ruben Amorim Tolak Disamakan dengan Cesc Fabregas

Sabtu, 12 September 2026 | 22:29:32 WIB
Ruben Amorim [FOTO: NET].

JAKARTA - Pelatih kepala AC Milan, Ruben Amorim, menunjukkan respons tidak senang tatkala dicecar pertanyaan perihal peluang skuad I Rossoneri mengadopsi gaya permainan ofensif serupa Como 1907. 

Nama klub Como belakangan ini memang tengah melambung tinggi di panggung Serie A Liga Italia berkat suguhan taktik menyerang atraktif yang diracik oleh juru taktik muda, Cesc Fabregas.

Berangkat dari status awalnya sebagai tim promosi pada musim kompetisi 2024-2025 lalu, skuad berjuluk I Lariani tersebut sukses menampilkan lonjakan performa sensasional hingga kini mampu bercokol di jajaran papan atas klasemen Serie A. 

Teranyar, klub kepunyaan konsorsium Grup Djarum itu bahkan secara perkasa sukses membungkam RB Leipzig lewat kemenangan telak 4-1 dalam debut perdana sejarah klub di ajang Liga Champions.

Formula racikan strategi modern yang diusung oleh Fabregas tersebut sukses menyedot atensi besar dari pemerhati sepak bola Italia, yang dalam beberapa musim terakhir kerap dinilai tertinggal dalam hal inovasi taktik jika dikomparasikan dengan liga-liga top benua Eropa lainnya. 

Kehadiran Fabregas menghadirkan angin segar strategi modern yang digadang-gadang mampu menginspirasi para pelatih lain di Serie A.

Ruben Amorim sendiri, yang direkrut sebagai nakhoda anyar AC Milan dari luar kompetisi Serie A oleh pemilik klub dari Keluarga Cardinale, turut dibebani ekspektasi besar untuk mendatangkan transformasi positif bagi gaya bermain tim. 

Semenjak dipercaya menduduki kursi kepelatihan Milan, Amorim berkomitmen penuh memoles I Rossoneri agar bertransformasi menjadi tim yang tampil agresif serta dominan di setiap laga.

Namun di sisi lain, Milan sempat mendapat sorotan kritik lantaran dinilai kembali memperagakan pola permainan cenderung defensif yang dianggap usang, mirip dengan pendekatan taktik era Massimiliano Allegri musim lalu.

Menjelang bergulirnya laga krusial menghadapi Lazio dalam lanjutan jadwal pekan keempat Serie A yang dihelat pada Sabtu (12/9/2026), Amorim kembali mendapat pertanyaan pers terkait perbandingan gaya main timnya dengan Como. 

Menanggapi hal tersebut, Amorim dengan tegas menyatakan rasa keberatannya apabila kapasitas kepelatihannya disanding-sandingkan dengan Cesc Fabregas di Como.

"Saya pikir kami adalah pelatih berbeda dengan latar belakang dan klub yang berlainan," ujarnya seperti dikutip dari Milannews.

"Cardinale tidak pernah memberi tahu saya bahwa bermain seperti Como seharusnya menjadi inspirasi saya."

"Saya memiliki gaya permainan sendiri yang sangat jelas dan tim membutuhkan waktu untuk melakukannya. Semua tim butuh waktu."

"Anda bisa melihatnya sedikit dalam laga melawan Torino dan Manchester United, walaupun pertandingan itu hanya uji coba."

"Kalau Anda ingin bermain seperti Como, sewa saja pelatih Como."

Identitas Berbeda "Saya berbeda, identitas saya berbeda. Melatih Milan itu sulit, begitu pula melatih Como. Tetapi, saya tidak fokus pada apa yang dilakukan Fabregas," ujar mantan juru taktik Manchester United tersebut.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa orientasi prioritas utamanya di Milan adalah merengkuh kemenangan dengan mengandalkan idealisme filosofi permainannya sendiri.

"Saya suka 'mencuri' banyak hal dari setiap pelatih, tetapi saya tidak meniru apapun dari siapapun," lanjutnya.

"Bagian menyenangkan dari menjadi pelatih bukan duduk di sini bersama kalian dalam jumpa pers, tetapi aspek taktikal."

"Anda bisa bilang apa saja tentang saya, tetapi tidak soal saya meniru sesuatu. Saya punya gaya permainan sendiri."

"Saya paham bahwa kalian menyukai Como, tetapi saya memiliki identitas sendiri," tutupnya.

Terkini