Psikolog Bagikan Tips Melatih Kemampuan Problem Solving Anak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:41:03 WIB
Ilustrasi anak belajar [FOTO: NET].

JAKARTA - Kemampuan memecahkan masalah atau problem solving merupakan keterampilan penting yang membantu anak menghadapi berbagai situasi dalam kehidupan sehari-hari. Keterampilan ini tidak harus diasah melalui pembelajaran yang kaku karena dapat berkembang lewat pengalaman sederhana di rumah.

Psikolog berlisensi Dr. Connie McReynolds menjelaskan bahwa orangtua dapat membantu anak belajar memecahkan masalah dengan memberi ruang untuk berpikir, mencoba berbagai solusi, dan belajar dari kesalahan.

1. Beri anak kesempatan berhenti sejenak

McReynolds menekankan bahwa mengalami kebuntuan saat menghadapi masalah adalah bagian normal dari proses belajar.

“Salah satu pesan terkuat dari tayangan ini adalah bahwa mengalami kebuntuan merupakan bagian normal dari proses belajar dan merupakan bagian dari kehidupan,” jelas McReynolds.

Menurutnya, anak perlu memahami bahwa berhenti sejenak bukan berarti menyerah, melainkan memberi waktu untuk mengatur ulang pikiran sebelum mencoba pendekatan lain.

"Anak-anak dapat melihat bahwa tidak masalah untuk berhenti sejenak, berhenti, mengatur ulang pikiran, lalu mendekati masalah dengan cara yang berbeda," imbuhnya.

Ia juga menambahkan bahwa aktivitas fisik dapat membantu meningkatkan perhatian, memori kerja, dan fleksibilitas mental sehingga anak lebih siap berpikir jernih.

“Gerakan dapat mengganggu beban mental dan membantu mengatur ulang perhatian,” ujar McReynolds.

“Meluangkan waktu untuk beristirahat merupakan bagian dari pemecahan masalah, bukan berarti menyerah,” sambungnya.

2. Ajak anak mencari lebih dari satu solusi

Setelah anak memahami masalahnya, orangtua dapat mengajaknya melakukan brainstorming untuk menemukan beberapa kemungkinan jawaban.

McReynolds mengatakan anak tidak harus langsung menemukan solusi terbaik. Justru, proses menghasilkan berbagai ide menjadi bagian penting dalam melatih cara berpikir yang fleksibel.

“Melakukan brainstorming terhadap beberapa ide mengajarkan bahwa ide yang belum sempurna merupakan bagian dari proses. Kemudian, memilih dan menguji sebuah solusi membangun kemampuan pemecahan masalah yang fleksibel dan praktis,” jelasnya.

“Itu merupakan sejumlah keterampilan, tetapi dilakukan dengan cara yang menyenangkan,” tutur McReynolds.

Karena itu, orangtua disarankan tidak terburu-buru memberikan jawaban ketika anak menghadapi persoalan.

“Saya juga menyarankan agar orangtua mendorong anak melihat beberapa kemungkinan solusi daripada langsung memberikan jawabannya,” ujarnya.

3. Biasakan anak mencoba dan memperbaiki

Kemampuan problem solving juga berkembang ketika anak diberi kesempatan menguji solusi yang telah dipilih. McReynolds menilai kesalahan merupakan bagian alami dari proses belajar, bukan tanda kegagalan.

“Melihat hal tersebut diperagakan dalam tayangan televisi membuat mereka melihat kesalahan sebagai sesuatu yang normal dan memahami bahwa kegigihan serta mencoba kembali adalah hal yang memang kita lakukan,” terangnya.

Di rumah, orangtua dapat membantu anak dengan mengajak mereka mengidentifikasi masalah, mengambil jeda untuk menenangkan pikiran, lalu mengeksplorasi berbagai pilihan sebelum menentukan solusi.

“Memberikan anak waktu, ruang, dan dukungan untuk mengeksplorasi merupakan hadiah yang luar biasa dan tidak membutuhkan biaya apa pun selain waktu,” ujar McReynolds.

Terkini