Disewa BGN, Telkom Ungkap Potensi Bisnis Baru Graha Merah Putih

Sabtu, 12 September 2026 | 20:09:01 WIB
Gedung Telkom berada di Jakarta [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) memandang rencana penggunaan Gedung Graha Merah Putih (GMP) oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai momentum guna mengoptimalkan aset sekaligus membuka peluang bisnis baru.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengutarakan bahwa skema penyewaan GMP oleh BGN merupakan bagian dari upaya optimalisasi aset properti Telkom Group secara wajar dan proporsional berbasis business-to-business (B2B), dengan senantiasa berpedoman pada aturan serta tata kelola yang berlaku.

“Bagi Telkom Group, rencana penyewaan gedung GMP oleh BGN merupakan bentuk leveraging asset yang dapat menghadirkan peluang bisnis baru, termasuk melalui penyediaan layanan konektivitas dan solusi digital unggul dari yang kami miliki,” kata Dian dalam keterangan tertulis, dikutip pada Sabtu (12/9/2026).

Menurut Dian, langkah optimalisasi GMP tersebut turut sejalan dengan pembenahan dan klasterisasi ruang kerja di internal TelkomGroup. Penataan ini dieksekusi lantaran deretan unit bisnis TelkomGroup saat ini masih tersebar di beberapa titik lokasi kerja di Jakarta.

“Saat ini, sejumlah unit masih yang berkaitan tersebar di berbagai lokasi kerja di Jakarta. Melalui penataan ini, kami ingin menciptakan lingkungan kerja yang lebih terintegrasi sesuai stream masing-masing unit. Harapannya, ini dapat membuat kolaborasi menjadi lebih mudah, proses kerja semakin efektif, dan produktivitas karyawan semakin meningkat,” jelasnya.

Sementara itu, proses penempatan ruang kerja serta masa transisi BGN ke GMP bakal dijalankan secara bertahap usai tahap negosiasi dan pembahasan bersama pihak terkait mencapai kesepakatan akhir. Telkom menjamin alur tersebut tidak bakal mengganggu kelancaran operasional maupun pelayanan perusahaan.

Telkom turut menegaskan bahwa standar keamanan, keselamatan, dan kenyamanan para pegawai tetap menjadi fokus utama selama alur penataan maupun pemindahan unit kerja. Seluruh tahapan dipastikan berjalan dengan merujuk pada asas Good Corporate Governance (GCG).

“Berdasarkan hasil survei dan diskusi bersama Telkom, BGN menyampaikan rencana pemanfaatan GMP untuk ruang kerja serta beberapa fasilitas workstation standar. Pemanfaatan tersebut akan dilakukan setelah proses penataan unit-unit di Telkom dan pemindahan peralatan kerja eksisting ke lokasi yang telah disepakati bersama,” lanjutnya.

Lebih jauh, Dian menerangkan bahwa optimalisasi GMP bertindak sebagai bagian dari skema pembenahan ruang kerja Telkom Group. Pasalnya, bermacam unit bisnis saat ini masih menempati area yang terpisah di Jakarta, sehingga alur koordinasi dan sinergi antartim belum berjalan secara maksimal.

“Penataan ini diarahkan pada pengelompokan unit berdasarkan karakteristik bisnis, sehingga setiap unit dapat menempati lokasi yang lebih terintegrasi. Dengan demikian, koordinasi dan kolaborasi dapat berlangsung lebih cepat, efektif, dan pada akhirnya meningkatkan produktivitas,” ujarnya.

Di tengah pembenahan aset properti tersebut, Telkom tetap konsisten mengeksekusi program peremajaan Telkom Integrated Operation Center (TIOC). Program tersebut bertindak sebagai bagian dari siklus modernisasi teknologi internal perseroan.

Langkah peremajaan TIOC mencakup integrasi sistem otomasi, pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta penerapam sistem monitoring generasi teranyar guna meningkatkan mutu pelayanan TelkomGroup ke depannya.

Terkini