5 Agenda Utama Indonesia di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 16:35:32 WIB
Ilustrasi - Badan Komunikasi Pemerintah menyatakan bahwa setidaknya ada lima agenda pokok yang dibawa oleh delegasi Republik Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-18 BRICS. (Foto: NET)

JAKARTA – Badan Komunikasi Pemerintah menyatakan bahwa setidaknya ada lima agenda pokok yang dibawa oleh delegasi Republik Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-18 BRICS di New Delhi, India, pada tanggal 12 sampai 13 September 2026.

Pertama, pemerintah mendorong penguatan tata kelola global serta reformasi sistem perdagangan internasional yang inklusif, terbuka, serta nondiskriminatif, dengan menempatkan Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) sebagai fondasi utamanya.

“Kedua, Indonesia mendorong penguatan kerja sama dalam menghadapi perubahan iklim dan mewujudkan keadilan ekologis global. Dalam forum BRICS 2026, Indonesia menekankan bahwa perlindungan ekosistem dan ketahanan iklim merupakan bagian penting dari pembangunan berkelanjutan,” sebagaimana dikutip melalui keterangan tertulis Badan Komunikasi, Sabtu (12/9/2026).

Ketiga, Indonesia memberikan dukungan terhadap penguatan New Development Bank (NDB). Saat ini, pihak nasional masih merampungkan proses internal guna bergabung sebagai anggota penuh NDB.

Keempat, delegasi Nusantara aktif dalam agenda kekayaan intelektual. Negara kita membawa inisiatif mengenai tata kelola royalti digital global setelah sebelumnya memperkenalkan Protokol Jakarta dalam ajang BRICS Intellectual Property Offices.

Kelima, cakupan kerja sama BRICS turut meliputi sektor ketahanan pangan, pertanian, kesehatan, pendidikan, pembangunan perkotaan, energi, serta bidang perdagangan dan investasi.

“Indonesia membawa kepentingan nasional sekaligus agenda yang sejalan dengan prioritas keketuaan BRICS India 2026.”

Sementara itu, pihak Badan Komunikasi turut menegaskan bahwa keikutsertaan dalam aliansi BRICS memberikan peluang bagi Nusantara untuk mengakses kerja sama bersama negara-negara yang memiliki skala ekonomi serta pasar yang sangat besar.

Berdasarkan keterangan pemerintah, potensi keuntungan yang bisa diperoleh meliputi perluasan akses pasar, penguatan kolaborasi dagang dan penanaman modal, pengembangan rantai pasok global, kemitraan UMKM, pembiayaan perdagangan, digitalisasi perdagangan, serta sinergi di bidang energi, pangan, kesehatan, dan teknologi.

Terkini