Helikopter HR-3604 Dikerahkan Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Sabtu, 12 September 2026 | 16:29:03 WIB
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad. (Foto: NET)

JAKARTA — Tim SAR gabungan mengerahkan Helikopter Dauphin AS 365 N3+ HR-3604 guna menunjang operasi pencarian rombongan pewarta yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten.

Pesawat udara berkode rute ATS–SAS Pantai Carita–ATS tersebut lepas landas dari ATS pukul 08.20 WIB dan mendarat di Pantai Carita pada pukul 09.05 WIB.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad di Pandeglang, Sabtu menyatakan bantuan udara memegang peranan krusial guna memaksimalkan pencarian, utamanya dalam menyisir kawasan luas serta melakukan pengamatan dari sudut pandang alternatif.

"Dengan dukungan ini, kami berharap jangkauan pemantauan dapat semakin luas sehingga setiap kemungkinan adanya petunjuk keberadaan delapan orang yang masih dalam pencarian dapat segera teridentifikasi," ujarnya.

Ia menjelaskan lebih lanjut, seluruh elemen SAR Gabungan konsisten bergerak merujuk rencana operasi terpola dengan senantiasa memprioritaskan aspek cuaca serta keamanan personel.

Helikopter itu disiagakan guna mengawal jalannya operasi SAR, terkhusus memperluas area pengamatan udara pada zona pencarian sekitar Gunung Anak Krakatau beserta Perairan Selat Sunda.

Armada udara HR-3604 tersebut mengangkut enam personel kru pesawat, yang beranggotakan Kapten Pnb Dimas, Kapten Pnb Zulham, Lettu Pnb Garini, Peltu Nurdin, Sertu Henri, bersama Prada Prasetyo. Tiada penumpang sipil dalam penerbangan tersebut.

Situasi atmosfer di kawasan Pantai Carita tatkala helikopter mendarat terpantau cerah, disertai embusan angin sekitar 2 knot mengarah dari timur ke barat serta jarak pandang di bawah 8 kilometer.

Insiden raibnya lima pewarta dan tiga awak kapal bermula saat rombongan jurnalis bertolak menaiki kapal cepat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka bertolak menuju kawasan Gunung Anak Krakatau guna meliput dinamika vulkanik di zona tersebut.

Kedelapan korban yang hingga kini masih dalam pencarian mencakup lima pewarta foto, yakni Muhammad Bagus Khoirunas (ANTARA), Arie Basuki (merdeka.com), Donal Husni (fotografer lepas), Yudhistira (iNews), serta Daus (Anadolu).

Di samping kelima pewarta itu, turut serta tiga individu lain di atas kapal meliputi nakhoda, Anak Buah Kapal (ABK), serta seorang pemandu.

Terkini