Kemenimipas Gerak Cepat Pulangkan 82 WNI Bermasalah dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 16:13:02 WIB
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) RI [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) RI lewat Atase Imigrasi KBRI Kuala Lumpur, Malaysia, berinisiatif bergerak cepat menangani proses pemulangan 82 warga negara Indonesia yang sempat mendekam di ruang detensi lantaran masalah keimigrasian.

Sebanyak 82 WNI tersebut sebelumnya harus menjalani masa detensi di Depot Tahanan Imigresen (DTI) Semenyih dan DTI Beranang, Malaysia.

"Kami melakukan pengecekan dengan Dirjen Imigrasi. Kerja sama kami cukup baik dengan imigrasi Malaysia. Nanti kita segera upayakan pemulangan. Kalau surat sudah lengkap paling lama 10 hari mereka bisa kembali ke Indonesia," kata Menteri Imipas Agus Andrianto dalam keterangannya diterima di Jakarta, Sabtu (12/9/2026).

Ia menerangkan bahwa kepulangan 82 WNI dari dua DTI di Malaysia tersebut merupakan bentuk tindakan nyata usai agenda kunjungan kerja Menteri Agus bersama Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko ke DTI Semenyih pada 4 September 2026.

Saat menggelar kunjungan kerja ke Malaysia pekan lalu, pihaknya telah menyatakan janji komitmen penanganan isu tersebut secara langsung.

Eksekusi pemulangan yang terlaksana persis satu pekan selepas arahan tersebut mencakup 51 WNI asal DTI Semenyih, yang terbagi atas 32 laki-laki, 14 perempuan, serta lima anak perempuan. Di samping itu, turut dipulangkan pula 31 WNI dari DTI Beranang yang terdiri dari 22 laki-laki dan sembilan perempuan.

Ia menjamin 82 WNI yang dipulangkan ini telah merampungkan seluruh tahapan proses hukum maupun keimigrasian di Malaysia serta telah memegang dokumen perjalanan yang sah.

Skema pemberangkatan menuju Tanah Air pada Jumat (11/9) dieksekusi secara bertahap dan terbagi dalam tiga gelombang kloter.

Kloter pertama berdestinasi Jakarta mengangkut 33 orang WNI menggunakan armada maskapai Citilink bernomor penerbangan QG-503 dan mendarat di Tanah Air pada Jumat (11/9) pukul 21.40 WIB.

Sementara itu, kloter kedua serta ketiga diterbangkan menuju destinasi Medan. Kloter kedua mengangkut enam penumpang menumpangi maskapai Batik Air ID-7265, sedangkan kloter ketiga memboyong 43 penumpang menggunakan maskapai Air Asia QZ-127.

Dua penerbangan dengan rujuan Medan ini mendarat secara bersamaan pada pukul 21.25 WIB.

Menteri Agus menyuarakan bahwa kepulangan ini ditempatkan sebagai skala prioritas utama pemerintah demi menghadirkan kepastian hukum serta bentuk perlindungan kemanusiaan bagi WNI di luar negeri.

Proses pemulangan 82 WNI tersebut dikawal secara langsung oleh Fungsi Imigrasi dan Konsuler KBRI Kuala Lumpur guna menjamin kelancaran, keamanan, beserta ketertiban.

Bukan hanya itu, demi mempermudah pemantauan sepanjang perjalanan, para WNI dibagikan seragam kaus berwarna biru serta difasilitasi konsumsi makanan saat tiba di area bandara sebelum pesawat lepas landas.

Atase Imigrasi KBRI Kuala Lumpur terus menggalang koordinasi secara intens dengan Jabatan Imigresen Malaysia (JIM), manajemen maskapai penerbangan, beserta instansi terkait di Jakarta maupun Medan guna memastikan tiap-tiap tahapan dari fase pemulangan hingga proses debarkasi penerimaan WNI berjalan tertib tanpa kendala.

Lewat rilis pers Kemenimipas disampaikan bahwa pemulangan WNI ini bukan cuma sebatas pemenuhan prosedur administratif semata, melainkan wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi segenap warganya tanpa membedakan latar belakang persoalan.

Kemenimipas berkomitmen menjamin tiap-tiap warga negara yang sedang mengalami hambatan keimigrasian di luar negeri memperoleh jalan keluar yang responsif serta tetap menjunjung tinggi martabat nilai kemanusiaan.

Melalui momen pemulangan ini, tersirat pesan berharga bagi segenap masyarakat akan krusialnya menempuh alur migrasi yang legal demi jaminan keselamatan dan perlindungan yang utuh dari negara.

Rombongan WNI pun tiba di Tanah Air disambut perasaan penuh sukacita dan rasa syukur.

"Alhamdulillah, bahagia. Nggak menyangka kalau sudah bisa kembali ke Indonesia, padahal sudah lama di Malaysia. Terima kasih banyak kepada Bapak Menteri Agus Andrianto dan Bapak Dirjen Hendarsam,” ungkap salah satu WNI laki-laki asal Madura yang sudah hampir sembilan tahun berada di Malaysia.

Terkini