Gunung Anak Krakatau Siaga III, Asap Kawah Tak Teramati

Jumat, 11 September 2026 | 23:59:01 WIB
Badan Geologi memaparkan situasi terkini terkait Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda. (Foto: NET)

JAKARTA — Badan Geologi memaparkan situasi terkini terkait Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda. Gunung api tersebut terpantau masih bertahan pada level III atau siaga. 

Lewat laporan yang dirilis pada Jumat (11/9/2026), Badan Geologi menyampaikan bahwa keadaan Gunung Anak Krakatau tertutup kabut tebal sehingga penampakan asap kawah tidak terlihat.

"Gunung api tertutup Kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati," tutur Badan Geologi merujuk pada laman resminya, Jumat (11/9/2026).

Badan Geologi turut mengungkapkan bahwa situasi cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau hari ini terpantau cerah hingga berawan disertai tiupan angin berkekuatan sedang yang mengarah ke barat laut.

"Suhu udara sekitar 26.3-26.7°C. Kelembaban 80-82%," terang Badan Geologi.

Sejumlah catatan aktivitas kegempaan juga berhasil terekam dengan rincian mencakup 7 kali gempa Low Frequency, 4 kali gempa Hybrid/Fase Banyak, 4 kali gempa Vulkanik Dangkal, 4 kali gempa Vulkanik Dalam, serta 1 kali gempa Tremor Menerus.

Sebagai informasi, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini masih menempati Level III (Siaga). Sejalan dengan status tersebut, Badan Geologi pun mengumumkan beberapa poin imbauan penting.

Poin pertama menegaskan bahwa masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras memasuki serta menjalankan aktivitas apapun di dalam batasan wilayah radius 3 km dari pusat kegiatan Gunung Anak Krakatau. 

Publik juga diminta meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi ancaman bahaya berupa awan panas, lava, lontaran batu pijar, hingga hujan abu berintensitas lebat.

Poin kedua, masyarakat yang terdampak sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau disarankan untuk membatasi kegiatan di luar ruangan atau mengenakan masker pelindung selama beraktivitas guna mencegah timbulnya gangguan pada sistem pernapasan.

Poin ketiga, segenap warga di kawasan pesisir Provinsi Banten dan Lampung diimbau agar tetap tenang serta menolak mempercayai segala informasi atau isu keliru mengenai potensi erupsi Gunung Anak Krakatau yang dikabarkan bakal memicu gelombang tsunami. 

Warga dipersilakan melanjutkan aktivitas harian seperti biasa dengan senantiasa mematuhi arahan dari pihak BPBD setempat.

Perlu dicatat pula, Gunung Anak Krakatau sempat mengalami rangkaian erupsi secara terus-menerus pada Jumat (4/9/2026). Selepas fase erupsi kontinu itu mereda, dinamika aktivitas kembali memperlihatkan karakteristik letusan Strombolian. 

Terhitung hingga 10 September 2026, akumulasi letusan Strombolian telah mencapai 13 kali kejadian. Kendati parameter kegempaan memperlihatkan tren penurunan, Gunung Anak Krakatau dipastikan masih berstatus aktif dan menyimpan potensi kemunculan erupsi susulan di masa mendatang.

Terkini