Alasan Astra (ASII) Tambah Kepemilikan Saham di Astra Otoparts (AUTO)

Kamis, 10 September 2026 | 04:07:01 WIB
PT Astra International Tbk. (ASII). (Foto: NET)

JAKARTA — PT Astra International Tbk. (ASII) membeberkan motif di balik langkah penawaran tender sukarela (voluntary tender offer/VTO) guna memperbesar porsi kepemilikan saham pada PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO). 

Presiden Direktur Astra International Rudi menerangkan bahwa langkah strategis itu berakar dari kepercayaan direksi atas performa fundamental serta prospek ekspansi jangka panjang pada sektor suku cadang kendaraan.

“Ini menggambarkan keyakinan Astra terhadap fundamental Astra Otoparts. Kinerja laporan laba rugi mereka cukup baik, menghasilkan arus kas yang bagus, dan kami melihat ada potensi pertumbuhan jangka panjang,” tutur Rudi saat Konferensi Pers Public Expose Live 2026, pada Kamis (10/9/2026).

Lewat langkah tersebut, pihak Astra mematok harga beli sebesar Rp3.600 tiap lembarnya dengan sasaran penyerapan hingga 4,95% saham AUTO. Apabila seluruh kuota saham itu terserap penuh, korporasi bakal menyiapkan dana kas internal sampai Rp858 miliar.

Rudi menimpali bahwa penguatan modal tersebut bakal mendongkrak tingkat kepemilikan saham ASII pada AUTO dari posisi awal 80% menjadi 84,95%. Walau demikian, besaran porsi ini dipastikan senantiasa memenuhi batasan minimal free float sejumlah 15% pada pasar sekunder.

“Posisi Astra sebagai pengendali tidak berubah dan kami berkomitmen mempertahankan ketentuan free float minimum 15%,” ujar beliau.

Meninjau dari aspek laporan laba rugi konsolidasian, ia menerangkan bahwa penambahan porsi kepemilikan saham sebesar 4,95% itu diperkirakan mendatangkan pengaruh langsung terhadap setoran laba bersih AUTO kepada entitas induk. 

Mengambil patokan rata-rata perolehan laba bersih tahunan Astra Otoparts senilai Rp2,2 triliun sampai Rp2,3 triliun, maka perluasan porsi saham tersebut berpeluang menyumbang tambahan pemasokan laba bersih bagi ASII.

“Tambahan kepemilikan 4,95% itu berpotensi memberikan tambahan profit sekitar Rp110 miliar sampai Rp115 miliar terhadap laba rugi perseroan,” sebutnya.

Kebijakan korporasi itu selaras bersama cetak biru anyar yang diterapkan ASII sejak Mei 2026. Pihak Astra memusatkan penempatan modal serta perluasan usaha pada tiga sektor pilar utama, yakni otomotif, layanan finansial, serta bidang pertambangan dan alat berat.

Berkenaan dengan penempatan modal, sepanjang kurun 2026 perseroan menetapkan anggaran belanja modal (capex) serta penanaman modal senilai total Rp36 triliun, mencakup Rp15 triliun untuk pemeliharaan capex serta Rp21 triliun khusus porsi penanaman modal strategis. 

Sampai paruh pertama 2026, realisasi penanaman modal telah terserap sebesar Rp11,7 triliun guna pengambilalihan tambang emas PT Arafura Surya Alam melalui PT United Tractors Tbk. (UNTR), serta Rp5,2 triliun untuk kebutuhan capex berkala peremajaan alat berat.

Terkini