NexAI Digital (MGLV) Incar Rp2,4 T Lewat Rights Issue

Kamis, 10 September 2026 | 03:21:02 WIB
PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk. (MGLV), (Foto: NET)

JAKARTA — PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk. (MGLV) resmi memperoleh lampu hijau dari para pemegang saham untuk menjalankan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Langkah strategis ini dirancang guna menerbitkan sebanyak-banyaknya 285,73 juta saham baru.

Ahmad Zulfikar selaku Presiden Direktur NexAI Digital Infrastruktur mengungkapkan bahwa restu tersebut didapatkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada tanggal 7 September 2026. 

Rapat penting ini dihadiri oleh pemegang saham yang memegang 1,87 miliar saham atau setara dengan 98,094% dari keseluruhan hak suara sah.

“Persetujuan ini menjadi landasan bagi kami untuk mengakselerasi penetrasi ke sektor infrastruktur digital, sekaligus membangun fondasi pertumbuhan yang solid di industri AI data center yang berkembang sangat cepat,” ujar Ahmad dalam pernyataan tertulis, dikutip Kamis (10/9/2026).

Melalui aksi korporasi PMHMETD I, perseroan melepas maksimal 285.732.512 saham baru bernilai nominal Rp20 per saham. Dengan asumsi seluruh pemegang saham menggunakan haknya dan harga pelaksanaan dipatok sebesar Rp8.400 per lembar saham, potensi perolehan dana segar yang dikantongi MGLV bisa mencapai Rp2,40 triliun.

Selain menyetujui penambahan modal, forum RUPSLB turut merestui agenda pelepasan perusahaan anak kepada pihak ketiga serta pengalihan sejumlah aset beserta liabilitas perseroan. 

Di samping itu, agenda korporasi ini juga mencakup rencana akuisisi saham PT Nextier Askara Center (NAC) serta PT Nextier GenAi Center (NGC) berikut pengambilalihan piutang dari PT Nextier Datamate Center (NDC).

Menurut penjelasan manajemen, alokasi dana dari hasil rights issue—setelah dikurangi biaya operasional pelaksanaan—akan diprioritaskan untuk pengambilalihan piutang serta memperkuat modal kerja, belanja modal, pengembangan usaha, dan pembayaran utang usaha demi mendukung operasional data center.

Apabila seluruh tahapan aksi korporasi rampung dengan penyerapan penuh oleh pemegang saham, kas dan setara kas MGLV di proforma diproyeksikan bertambah Rp2,4 triliun. 

Total aset perusahaan pun diperkirakan melonjak ke angka Rp2,53 triliun, sementara ekuitas meningkat signifikan hingga mencapai Rp2,47 triliun dari posisi sebelumnya yang berada di level Rp118,99 miliar per 30 April 2026. 

Di sisi lain, pemegang saham yang memilih untuk tidak mengeksekusi HMETD miliknya berpotensi menghadapi dilusi kepemilikan maksimal hingga 13,04%

Terkini

Harga iPhone 18 Pro & iPhone Duo di Singapura dan Malaysia

Kamis, 10 September 2026 | 05:34:02 WIB

Perbandingan Apple Watch Ultra 4 dan Ultra 3 Terbaru

Kamis, 10 September 2026 | 05:30:32 WIB

Apple Rilis Fitur Bukti Keaslian Foto iPhone 18 Pro

Kamis, 10 September 2026 | 05:23:01 WIB