Wondr dan BNIdirect Dongkrak Transaksi Digital BNI Tembus T

Kamis, 10 September 2026 | 01:40:31 WIB
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI). (Foto: NET)

JAKARTA — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus mengoptimalkan digitalisasi demi memacu ekspansi bisnisnya. Sampai dengan paruh pertama tahun 2026, volume transaksi yang diproses lewat aplikasi wondr by BNI serta platform BNIdirect sukses menyentuh angka kisaran Rp7.000 triliun.

Pada ranah konsumer ritel, wondr by BNI kini mencatatkan basis 15,1 juta pengguna. Total volume aktivitas keuangannya berhasil membukukan 1,1 miliar transaksi dengan nilai akumulasi mencapai Rp958 triliun.

Sementara itu, untuk sektor korporasi maupun komersial, layanan digital wholesale BNIdirect memegang andil besar dengan torehan 279.700 pengguna aktif. Kanal tersebut mengelola hingga 789 juta transaksi dengan total nilai menyentuh Rp6.039 triliun.

Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, menyatakan bahwa lonjakan aktivitas di kedua kanal utama itu membuktikan posisi ekosistem digital yang semakin esensial dalam keseharian finansial para nasabah.

"Pertumbuhan transaksi pada wondr by BNI dan BNIdirect menunjukkan bahwa platform digital semakin menjadi bagian penting dari aktivitas finansial nasabah. Hal ini membuka ruang bagi BNI untuk memperluas engagement, meningkatkan transaksi, serta menghadirkan lebih banyak solusi sesuai kebutuhan nasabah," ujar Paolo dalam keterangan tertulis, Kamis (10/9/2026).

Guna mengawal ekspansi aktivitas digital tersebut, BNI turut memperkuat fondasi infrastrukturnya. Hingga semester I-2026, perseroan mengoperasikan 13.386 unit mesin ATM, lebih dari 229.000 agen layanan branchless banking, serta menghadirkan lebih dari 1,042 juta jaringan merchant dan QRIS.

Tidak berhenti di situ, BNI juga mengembangkan ekosistem Open API yang kini telah terkoneksi dengan lebih dari 2.000 mitra bisnis melalui penyediaan 283 layanan API. Integrasi ini memperkuat titik sentuh interaksi dengan nasabah sekaligus menyatukan ragam layanan perbankan secara menyeluruh.

Paolo menambahkan, penguatan kapabilitas teknologi ini dirancang bukan sekadar memberikan kemudahan, melainkan juga mengerek efisiensi operasional serta membuka peluang cross-selling.

"Ke depan, kami akan terus memastikan investasi dan inovasi digital memberikan dampak nyata terhadap bisnis, baik melalui peningkatan transaksi, efisiensi proses, maupun peluang cross-selling dan pengembangan ekosistem," katanya.

Ke depan, manajemen BNI memproyeksikan teknologi sebagai motor utama penggerak roda bisnis perseroan secara berkesinambungan. 

Langkah strategis ini sejalan dengan agenda transformasi BNI sebagai BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia melalui perluasan konektivitas digital dan integrasi kanal pembayaran.

Terkini

Vale Target Produksi 67.645 Ton Nikel

Kamis, 10 September 2026 | 03:57:32 WIB

Koke Minta Media Hentikan Rumor Kepindahan Julian Alvarez

Kamis, 10 September 2026 | 03:52:32 WIB