Bank Jago Siapkan Rp5 Miliar untuk AI Demi Efisiensi Operasional

Kamis, 10 September 2026 | 23:16:31 WIB
PT Bank Jago Tbk (ARTO). (Foto: NET)

JAKARTA — PT Bank Jago Tbk (ARTO) telah menyiapkan anggaran sekitar 350 ribu dolar AS atau setara Rp5 miliar untuk pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI), sebagai upaya menggenjot efisiensi operasional perseroan.

“Kalau terkait dengan AI itu sendiri, kami mem-budget-kan sekitar 350 ribu dolar AS atau sekitar Rp5 miliar,” ungkap Direktur Bank Jago, Supranoto Prajogo dalam Public Expose Live 2026 di Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Supranoto menyampaikan bahwa penerapan teknologi AI sudah dijalankan perseroan pada beberapa lini bisnis, yang mencakup proses penyaluran kredit, sistem deteksi penipuan (fraud detection), hingga pelayanan pelanggan.

Ia menerangkan bahwa penggunaan AI dalam tahapan kredit difungsikan untuk membantu melakukan penilaian terhadap portofolio kredit ritel Bank Jago. Melalui karakteristik portofolio tersebut, proses penyaringan atau filtering dijalankan berdasarkan tingkat portofolionya.

“Penerapan AI ini telah kami lakukan. Ini terkait dengan pemberian kredit, tentunya ini untuk melakukan assessment,” ujar Supranoto.

Di samping proses kredit, Ia melanjutkan, perseroan turut mengoptimalkan teknologi AI guna membangun sistem deteksi penipuan, demi membantu mengidentifikasi potensi fraud dalam aktivitas perbankan.

“Kemudian kami juga memiliki fraud detection system yang juga memanfaatkan AI,” ungkap Supranoto.

Selanjutnya, tambah Ia, pihak manajemen juga mengaplikasikan teknologi AI pada layanan customer service, salah satunya lewat fitur chatbot, yang memungkinkan pemberian jawaban secara instan atas berbagai pertanyaan dasar dari para nasabah.

Ia menguraikan bahwa chatbot berbasis AI milik perseroan dikhususkan untuk menjawab pertanyaan yang bersifat mendasar dan tidak menyangkut informasi pribadi nasabah.

“Untuk chatbot kami, kami memang dibantu oleh AI juga. Apabila terdapat pertanyaan-pertanyaan yang cukup mendasar dan tanpa ada personal information, itu juga bisa kita jawab secara langsung,” tutur Supranoto.

Supranoto menegaskan bahwa integrasi teknologi AI menjadi bagian dari strategi Bank Jago untuk memperkuat efisiensi operasional sekaligus menunjang proses bisnis yang menuntut pengolahan data serta respons secara cepat.

Terkini