Kemenekraf Kolaborasi dengan PH Dorong Ekosistem Seni Pertunjukan

Kamis, 10 September 2026 | 21:54:32 WIB
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mempererat sinergi dengan para pelaku industri guna membangun ekosistem seni pertunjukan supaya tidak sekadar menjadi wadah berekspresi secara budaya, melainkan juga sanggup mencetak nilai ekonomi secara berkesinambungan.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengutarakan bahwa kerja sama lintas subsektor, termasuk dengan rumah produksi (production house/PH), sangat dibutuhkan untuk menemukan formula bisnis yang sanggup menumbuhkan ekosistem kreatif secara efisien sekaligus berkelanjutan.

"Kami perlu mencari titik temu yang memungkinkan ekosistem kreatif tumbuh secara efisien dan berkelanjutan. Bukan hanya membangun potensi yang sudah tercipta, tetapi juga memastikan model bisnis kreatif bisa berjalan," kata Irene dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Berdasarkan penjelasannya, seni pertunjukan dan perfilman memunyai ekosistem yang saling memperkuat satu sama lain. Seni pertunjukan sanggup difungsikan sebagai sarana pengasahan talenta sekaligus muara penciptaan kekayaan intelektual (intellectual property/IP) yang nantinya dapat ditransformasikan ke media lain, termasuk sinema layar lebar.

"Dengan begitu, kami tak sekadar meningkatkan budaya publik untuk nonton teater di gedung seni pertunjukan maupun nonton film di ruang putar, tetapi juga memberikan soft landing bagi investor untuk masuk ke subsektor seni pertunjukan dan subsektor film," ujarnya.

Kerja sama tersebut digalang Kemenekraf bersama Keana Film yang selama ini berkiprah pada ranah seni pertunjukan dan perfilman. Salah satu potensi yang digarap yaitu IP Laksamana Malahayati, yang diproyeksikan bertransformasi dari pentas panggung menjadi karya komik hingga film layar lebar lewat kolaborasi berskala internasional.

Irene menilai bahwa eskalasi IP lintas media sanggup memperpanjang nilai ekonomi suatu karya sekaligus membentangkan peluang pasar yang makin lapang bagi para pelaku ekonomi kreatif.

"Seni pertunjukan dan film sebenarnya berada dalam satu ekosistem yang saling menguatkan. Subsektor seni pertunjukan bukan hanya ruang ekspresi budaya, tetapi juga dapat menjadi sumber penciptaan IP, pengembangan talenta, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi para pejuang ekraf," katanya.

Di samping pengolahan IP, Kemenekraf turut memacu adopsi teknologi serta penguatan jalur distribusi sebagai fondasi ekosistem. Salah satu jalurnya ditempuh lewat gagasan Indiskop Bioskop Rakyat yang memadukan film, seni pertunjukan, kebudayaan, hingga pendidikan.

Menurut Irene, digitalisasi pada saluran distribusi, penjualan tiket, hingga manajemen yang terintegrasi sanggup membantu memangkas beban biaya operasional sekaligus meluaskan jangkauan karya kreatif ke beragam penjuru daerah.

Direktur Utama Keana Film Marcella Zalianty memaparkan bahwa pihaknya memfokuskan perhatian pada pengembangan dua spektrum ekonomi kreatif, yakni seni pertunjukan dan film.

Berdasarkan pandangannya, pengolahan IP lintas media dapat menjadi salah satu jalan guna memboyong karya lokal ke kancah global.

"Keana Film bisa menjadikan suatu IP lokal go global karena konten yang universal dan pantas membawa identitas Indonesia mendunia," tutur Marcella.

Sementara itu, Keana Film pun telah merancang deretan agenda seni dan budaya untuk periode 2026–2027, di antaranya Monolog Melati Pertiwi, Kongres Perempuan di Yogyakarta, serta CULTURA Festival di Taman Mini Indonesia Indah yang juga ditujukan guna memberdayakan pelaku UMKM lokal.

Irene menegaskan bahwa pemantapan ekosistem seni pertunjukan pada akhirnya mesti diarahkan supaya suatu karya tidak berhenti hanya pada satu kali pementasan, melainkan sanggup mekar menjadi IP yang bernilai ekonomi serta menjangkau ceruk pasar yang lebih luas.

Dengan terjalinnya keterkaitan antara seni pertunjukan, film, pengembangan IP, talenta, teknologi, hingga distribusi, Kemenekraf berharap dapat membentuk rantai industri kreatif yang lebih berkelanjutan sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi para pelaku ekraf.

Terkini