Prabowo Ungkap Rumus Demokrasi: Beda Warna Tetap Rukun & Bersahabat

Kamis, 10 September 2026 | 21:19:02 WIB
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. (Foto: NET)

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa variasi sudut pandang, kritik, serta persaingan politik merupakan komponen integral dari sistem demokrasi di Indonesia. 

Berdasarkan pandangannya, perbedaan-perbedaan tersebut sama sekali tidak boleh melunturkan kerukunan serta ikatan persahabatan di antara seluruh elemen bangsa.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Prabowo ketika menyampaikan pidato dalam rangkaian perayaan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat yang bertempat di Indonesia Arena, Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada hari Rabu (9/9/2026).

"Ini demokrasi Indonesia dan hari ini di panggung ini ya inilah demokrasi Indonesia. Macam-macam warna, bersaing, kritik, menyampaikan saran, memberi rekomendasi, menyampaikan hal-hal yang mungkin tidak enak untuk disampaikan tapi tetap kami rukun, tetap bersahabat, tetap berkeluarga," ucap Prabowo.

Pandangan tersebut dinilai perlu untuk senantiasa dipelihara di dalam dinamika kehidupan berdemokrasi tanah air. Lebih lanjut, Prabowo memandang bahwa Indonesia masih memiliki berbagai keterbatasan serta tantangan berat yang wajib diselesaikan secara bersama-sama.

"Ini yang harus kami pegang. Kami banyak kekurangan, kami banyak tantangan," tuturnya.

Selain itu, Prabowo menggarisbawahi bahwa skala wilayah Indonesia yang sangat luas turut menjadikan kompleksitas permasalahan yang dihadapi menjadi jauh lebih besar. 

Kepala Negara kemudian membandingkan tingkat kesulitan penanganan antara Indonesia dengan negara tetangga, Singapura, dengan mengambil indikator jumlah lembaga pendidikan.

"Kami negara sangat besar ya berarti masalahnya juga masalah besar," kata Prabowo.

Sebagai ilustrasi, Prabowo menyebutkan bahwa Singapura diperkirakan hanya mempunyai sekitar 300 unit sekolah mulai dari tingkat dasar hingga menengah atas di seluruh wilayah teritorialnya. Di sisi lain, Indonesia menaungi lebih dari 300.000 lembaga pendidikan yang tersebar secara merata di berbagai pelosok daerah.

"Negara Singapura punya 300 sekolah seluruh Singapura SD, SMP, SMA 300. Indonesia lebih dari 300.000 sekolah," jelasnya.

Menurut pandangan Prabowo, bentangan wilayah nusantara yang amat luas menghadirkan tantangan tersendiri dalam hal pemerataan fasilitas serta pelayanan pendidikan. Keberadaan sekolah-sekolah tersebut tidak hanya terkonsentrasi di kawasan perkotaan saja, melainkan menjangkau hingga wilayah-wilayah terluar dan terpencil.

"Ada yang di ujung gunung, di pulau yang jauh, jadi memang masalah kami besar, tantangan kami besar," ujarnya.

Di samping persoalan letak geografis, Prabowo menambahkan bahwa wilayah Indonesia juga terletak di zona alam yang menyuguhkan beragam ujian tersendiri. Meskipun demikian, dirinya tetap mengapresiasi ketahanan nasional di mana bangsa Indonesia berhasil merawat persatuan di tengah pluralitas yang ada.

"Dan kami berada di alam yang banyak tantangan juga tapi alhamdulillah bangsa kami di usia ke-81 kokoh, bersatu, berbeda tapi kami kokoh bersatu dan kami semakin kuat menghadapi masa depan," pungkas Prabowo.

Terkini