BMKG Pantau Sebaran Debu Vulkanik Lima Gunung Api

Kamis, 10 September 2026 | 20:40:02 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan laporan terkait sebaran debu vulkanik pada lima gunung api di Indonesia. (Foto: NET)

JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan laporan terkait sebaran debu vulkanik pada lima gunung api di Indonesia pada Kamis (10/9/2026). 

Mengacu pada data yang dibagikan lewat akun Instagram @infobmkg, lembaga tersebut memantau sebaran abu vulkanik dengan memanfaatkan analisis citra RGB Himawari-9 pada pukul 07.00 WIB.

Berdasarkan pemantauan tersebut, dua dari lima gunung api yang dipantau kini sudah tidak lagi memperlihatkan adanya sebaran debu vulkanik. Kedua gunung yang dimaksud meliputi Gunung Anak Krakatau dan Gunung Lewotolo.

"Gunung Anak Krakatau teramati sudah tidak terdeteksi adanya sebaran debu vulkanik. Gunung Lewotolo teramati sudah tidak terdeteksi adanya sebaran debu vulkanik," tulis @infobmkg, Kamis (10/9/2026).

Di sisi lain, pergerakan abu vulkanik dari Gunung Dukono serta Gunung Ibu terdeteksi mulai dari permukaan hingga mencapai ketinggian 7.000 kaki. Sebaran abu dari Gunung Dukono diketahui meliputi sebagian wilayah Kabupaten Halmahera Utara, kawasan Perairan Barat Daya Morotai, hingga Pulau Morotai.

Sementara itu, sebaran abu vulkanik dari Gunung Ibu teridentifikasi melintasi sebagian kawasan Kabupaten Halmahera Barat, Perairan Halmahera Barat, serta Kabupaten Halmahera Utara. Adapun sebaran abu vulkanik dari Gunung Semeru terpantau nihil karena tertutup oleh tebalnya awan.

Menanggapi dinamika aktivitas vulkanik tersebut, pihak BMKG mengimbau masyarakat agar senantiasa memantau perkembangan informasi dari saluran resmi, terutama melalui BMKG, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), ataupun Badan Geologi.

Peringatan serta imbauan ini khususnya dialamatkan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Selat Sunda Barat Pandeglang, sebagian wilayah Lembata, Selat Flores–Lamakera, sebagian Halmahera Barat, Halmahera Utara, Pulau Morotai, Perairan Barat Daya Morotai, serta Perairan Barat Laut Morotai.

"Tidak panik, namun tetap waspada. Selalu pantau informasi sebaran debu vulkanik untuk keselamatan penerbangan," pungkasnya.

Terkini