IHSG Melonjak 1,01% ke Level 6.686, Saham Tambang dan Bank Melesat

Rabu, 09 September 2026 | 01:25:32 WIB
galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta [FOTO: NET].

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat hingga menembus level 6.686,44 pada sesi perdagangan Selasa (8/9/2026). Lonjakan indeks ini beriringan dengan melesatnya sejumlah harga saham, seperti AMMN, BBRI, sampai MDKA.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat IHSG berakhir menguat 1,01% atau naik 66,76 poin ke posisi 6.686,44. Indeks komposit kemarin mengawali perdagangan di level 6.639,51 dan sempat menyentuh level tertinggi harian di angka 6.696,28. 

Secara keseluruhan, sebanyak 363 saham menguat, 244 saham melemah, serta 185 saham bergerak stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat menyentuh angka Rp11.697,73 triliun.

Penguatan saham big caps teratas dibukukan oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang melonjak 5,90% ke Rp4.670, disusul PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang menguat 1,53% ke posisi Rp2.650. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turut terangkat 1,19% ke level Rp3.410.

Pada jajaran konstituen LQ45, saham PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) melesat 9,80% menuju Rp560, lalu diikuti PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) yang menguat 8,33% ke posisi Rp3.120 per saham.

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan sesi I kemarin, IHSG tercatat menguat 0,84% ke level 6.674,95. Laju penguatan ini sejalan dengan maraknya aksi beli bersih (net buy) oleh investor asing hingga pertengahan hari.

Investor asing membukukan aksi beli bersih tipis senilai Rp83,37 miliar pada sesi I perdagangan Selasa (8/9/2026). Saham BBCA dan BUMI mendominasi transaksi pemodal asing di seluruh pasar.

Merujuk data Mirae Asset Sekuritas, akumulasi nilai pembelian asing pada sesi I mencapai Rp2,14 triliun, sedangkan total nilai penjualannya berada di angka Rp2,06 triliun. Saham-saham sektor perbankan BUMN maupun swasta beserta emiten pertambangan menjadi incaran utama investor asing.

Saham BBCA menduduki posisi teratas net foreign buy senilai Rp112,57 miliar dengan volume 16,87 juta saham. Urutan berikutnya ditempati emiten tambang tembaga dan emas AMMAN lewat net buy asing Rp109,34 miliar dengan volume 24,03 juta saham.

Selanjutnya, saham BBRI mengantongi net buy asing Rp74,54 miliar (22,02 juta saham), disusul emiten migas ENRG sebesar Rp37,88 miliar (26,76 juta saham), serta RATU senilai Rp26,39 miliar (5,58 juta saham).

Sebaliknya, aksi pelepasan portofolio oleh investor asing memicu net foreign sell terbesar pada saham BUMI. Emiten tambang batu bara tersebut mencatatkan transaksi jual bersih asing senilai Rp103,43 miliar dengan volume mencapai 453,71 juta saham. 

Saham TPIA berada di posisi berikutnya dengan net sell asing Rp48,76 miliar (24,73 juta saham), diikuti BBNI sebesar Rp36,97 miliar (9,52 juta saham).

Terkini