Penyaluran KUR KPPN Malang Capai Rp4,7 Triliun per Agustus 2026

Rabu, 09 September 2026 | 00:11:32 WIB
Ilustrasi kredit usaha rakyat (KUR) [FOTO: NET].

JAKARTA - Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di wilayah kerja KPPN Malang menembus angka Rp4,7 triliun hingga akhir Agustus 2026.

Kepala KPPN Malang Muhammad Rusna menyampaikan bahwa realisasi KUR sebesar itu dialokasikan bagi 68.985 debitur, atau melonjak 24,84% dari sisi penyaluran dan merangkak naik 6,29% dari jumlah debitur secara tahunan.

“Daerah yang paling banyak menyerap KUR, yakni Kab. Malang, yang mencapai Rp2,476 triliun,” ujarnya Selasa (8/9/2026).

Penyaluran di Kab. Malang yang mencapai besaran tersebut disalurkan kepada 38.750 debitur, menguat 19,14% (penyaluran) dan 4,20% (debitur). Berikutnya, Kab. Pasuruan menyerap Rp1 triliun untuk 18.407 debitur, tumbuh 22,20% (penyaluran) dan 6,96% (debitur).

 Kota Malang menyerap Rp738,5 miliar untuk 8.960 debitur, terkatrol 50,79% (penyaluran) dan 16,11% (debitur). Kota Batu sebesar Rp291 miliar untuk 3.077 debitur, naik 27,34% (penyaluran) dan 5,16% (debitur). Kota Pasuruan senilai Rp124,799 miliar untuk 1.791 debitur, naik 34,40% (penyaluran) dan 0,73% (debitur).

Mengenai penyaluran kredit ultra mikro (UMi), kata dia, telah tersalurkan Rp224,1 miliar bagi 38.766 debitur, menguat 26,36% (penyaluran) dan 17,90% (debitur). 

Wilayah dengan penyerapan UMi terbesar yaitu Kab. Malang yang mencapai Rp100,478 miliar, naik 7,44% (penyaluran) dan 3,51% (debitur). Kabupaten Pasuruan menyerap Rp80,2 miliar bagi 13.846 debitur, naik 57,98% (penyaluran) dan 2,5% (debitur).

Selanjutnya, Kota Malang menyerap Rp22,876 miliar untuk 4.133 debitur, terkatrol 17,24% (penyaluran) dan 1% (debitur). Kota Pasuruan mencapai Rp14,377 miliar bagi 2.473 debitur, naik 47,29% (penyaluran) dan 34,69% (debitur). Kota Batu menyerap Rp6,189 miliar bagi 1.044 debitur, melonjak 62,56% (penyaluran) dan 57,47% (debitur).

Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM), M. Sri Wahyudi Suliswanto, berpandangan bahwa realisasi KUR sebesar Rp4,7 triliun dan UMi Rp224,1 miliar mengindikasikan bahwa akses pembiayaan untuk pelaku UMKM maupun usaha ultra mikro di kawasan Malang Raya dan Pasuruan kian terbuka lebar.

Ia berpendapat pula, kondisi tersebut menjadi sinyal positif lantaran pembiayaan sanggup difungsikan sebagai instrumen dalam memperluas cakupan usaha, mendongkrak produktivitas, serta membuka lapangan kerja baru.

Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa indikator keberhasilan KUR dan UMi tak melulu diukur dari besaran nilai penyaluran atau deretan jumlah debitur. Hal yang jauh lebih krusial yakni apakah pembiayaan tersebut sanggup meningkatkan omzet, produktivitas, keberlanjutan usaha, hingga mendorong UMKM untuk naik kelas.

Oleh karena itu, ia berharap penyaluran kredit mesti diimbangi dengan pendampingan usaha, literasi keuangan, perluasan akses pasar, digitalisasi, serta penguatan kapasitas manajemen.

“Jangan sampai KUR hanya berhasil menciptakan lebih banyak debitur, tetapi belum berhasil menciptakan lebih banyak usaha yang tumbuh,” ucap Wahyudi yang juga Dekan FEB UMM itu, Rabu (8/9/2026).

Terkini