Kebakaran Hutan di Sekitar IKN Dipastikan Padam

Rabu, 09 September 2026 | 23:22:01 WIB
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Danis H. Sumadilaga. (Foto: NET)

JAKARTA — Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memastikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik di sekitar kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, telah padam. 

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Danis H. Sumadilaga menyatakan salah satu lokasi yang menjadi fokus penanganan berada di Bukit Tengkorak, Desa Sukomulyo, Kecamatan Sepaku, kawasan Taman Hutan Rakyat Bukit Soeharto.

“Alhamdulillah sudah tidak ada kebakaran lagi, mungkin ada asap kecil-kecil saja. Ini hasil pemadaman yang dilakukan oleh tim darat bersama-sama dan juga dari udara waktu water bombing. Hari ini di Bukit Tengkorak sudah padam,” ujar Danis dalam keterangan resmi, Rabu (9/9/2026).

Selain Bukit Tengkorak, penanganan juga dilakukan di kawasan Tol Balikpapan–Samarinda (Balsam) Km 31, Desa Wonotirto. Berdasarkan pemantauan pada Rabu (9/9/2026), tidak ditemukan lagi kobaran api aktif di lokasi tersebut. 

Meskipun api telah padam, OIKN tetap menyiagakan tim gabungan guna melakukan pemantauan dan patroli. Langkah itu dijalankan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik panas atau kebakaran susulan.

“Mudah-mudahan jangan sampai terjadi lagi. Harus kami lakukan upaya monitoring, patroli untuk memastikan bahwa jangan sampai kebakaran ini terjadi lagi,” kata Danis.

Sebelumnya, kebakaran hutan dan lahan di sekitar IKN memperoleh perhatian Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Terbatas Penanganan Bencana Alam Gempa NTT, Erupsi Anak Gunung Krakatau, dan Perkembangan Penanganan Karhutla bersama para kepala daerah pada Senin (7/9/2026). 

Presiden Prabowo meminta agar penanganan karhutla di kawasan Bukit Soeharto diperkuat karena lokasinya berdekatan dengan kawasan IKN.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto sebelumnya melaporkan bahwa kebakaran di kawasan Bukit Soeharto mencapai 458 hektare. 

"Yang pertama di IKN, Kalimantan Timur, ada di kawasan IKN, Bapak Presiden. Di Bukit Soeharto ada 458 hektare. Ini sedang proses penanganan," tutur Suharyanto.

Terkini