Tim SAR Perluas Area Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Rabu, 09 September 2026 | 19:52:02 WIB
Tim SAR gabungan dari Basarnas Banten dan TNI/Polri menyampaikan bahwa hasil pencarian hari kedua terhadap rombongan jurnalis yang menggunakan speed boat dan hilang kontak di Perairan Selat Sunda. (Foto: NET)

JAKARTA - Tim SAR gabungan dari Basarnas Banten dan TNI/Polri menyampaikan bahwa hasil pencarian hari kedua terhadap rombongan jurnalis yang menggunakan speed boat dan hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, masih belum membuahkan hasil alias nihil.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, di Pandeglang, Rabu, mengungkapkan bahwa operasi pencarian dilaksanakan secara optimal dengan memperluas zona penyisiran serta memaksimalkan seluruh unsur serta sarana yang ada.

"Hari kedua ini kami memperluas area pencarian dengan membagi tim menjadi beberapa SRU di sejumlah sektor. Seluruh sarana dan unsur yang terlibat kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian," katanya dilansir dari Antara, Rabu (9/9/2026).

Beliau menerangkan bahwa dalam pencarian hari kedua tersebut, KN SAR Tetuka 247 melaksanakan penyisiran di Sektor 2 dengan jarak total mencapai 68,3 nautical mile (NM), sementara KAL Anyer menyusuri wilayah serupa dengan total jarak 69,5 NM. 

Di samping itu, pencarian turut dilakukan oleh RIB 02 dan RIB 03 Lampung di Sektor 1 dengan total jarak 67 NM, di mana tim melaksanakan penyisiran serta pemantauan visual di sekitar Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, sampai kawasan Krakatau.

"Sementara itu, RIB 02 Banten melakukan penyisiran di sepanjang Pulau Rakata dan Pulau Panjang. KP Sanjaya menyisir Sektor 4 dengan total jarak 67,3 NM, sedangkan KRI Leuser dan KRI Lepu masing-masing melakukan pencarian di sektor yang telah ditentukan," paparnya.

Sejumlah personel SAR telah melaksanakan pemantauan visual di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau dan Rakata Besar. Kendati demikian, hingga Rabu sore pukul 17.07 WIB, petugas masih belum mendapati tanda-tanda keberadaan para jurnalis tersebut.

"Selama proses pencarian Gunung Anak Krakatau terpantau mengeluarkan material debu vulkanik yang cukup tebal," ujarnya.

Delapan individu yang masih dalam pencarian terdiri atas Warta selaku kapten kapal berusia 55 tahun, Surakman selaku ABK berusia 60 tahun, Heriyanto selaku pemandu berusia 49 tahun, serta lima jurnalis yang meliputi M Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal sebagai jurnalis lepas.

Operasi SAR hari kedua ini melibatkan berbagai elemen yang mencakup Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten dan Lampung, USS Pandeglang, USS Merak, unsur TNI dan Polri, BPBD, KSOP, potensi SAR, pihak media, keluarga korban, nelayan, serta masyarakat setempat. 

Sarana yang diterjunkan meliputi KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, KP Sanjaya, KRI Lepu, KRI Leuser, RIB 02 Banten, RIB 02 dan RIB 03 Lampung, drone thermal, serta berbagai perangkat SAR perairan, medis, komunikasi, dan sarana penunjang lainnya.

"Kondisi cuaca di wilayah pencarian terpantau cerah berawan dengan angin dari arah selatan ke utara berkecepatan sekitar 14 knot dan tinggi gelombang berkisar 0,4 hingga 1 meter," ungkap beliau.

Terkini