BNPB Kerahkan 43 Ribu Personel Padamkan Karhutla di 6 Provinsi

Rabu, 09 September 2026 | 19:15:01 WIB
Pimpinan BNPB, Suharyanto. (Foto: NET)

JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan total 43.481 personel satuan tugas darat gabungan bersama 55 unit armada udara guna mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah menghanguskan seluas 72.009,10 hektare area pada enam provinsi prioritas.

Pimpinan BNPB, Suharyanto, di Jakarta pada Rabu, menyampaikan bahwa terhitung hingga tanggal 6 September 2026, wilayah lahan terbakar seluas 939,45 hektare di enam provinsi tersebut masih berada dalam tahap penanganan pemadaman secara intensif.

"Penanganan di enam provinsi prioritas mendapat porsi sumber daya terbesar mengingat luasnya area kebakaran dan dampaknya yang masif terhadap kualitas udara serta aktivitas masyarakat," ujar Suharyanto.

Suharyanto menguraikan bahwa sisa wilayah lahan yang terbakar dan belum sepenuhnya padam paling luas terdapat di kawasan Sumatera Selatan yakni 341,7 hektare dan Riau seluas 283,35 hektare, kemudian diikuti oleh Kalimantan Selatan seluas 116,3 hektare, Kalimantan Barat seluas 97,8 hektare, Kalimantan Tengah seluas 91,3 hektare, serta wilayah Jambi seluas 9 hektare.

Dalam rangka memperkuat kapasitas satuan tugas darat yang beranggotakan unsur BNPB, BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, hingga unsur relawan, pihak BNPB mengoperasikan sebanyak 19 unit helikopter patroli maupun pesawat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta 36 unit helikopter water bombing.

Selain itu, Direktorat Operasi BNPB turut memastikan adanya tambahan bantuan kekuatan militer dari Kementerian Pertahanan berupa tiga unit helikopter Chinook yang dijadwalkan tiba tanggal 10 September 2026 demi mengoptimalkan misi pemadaman dari udara.

Walaupun proses penanggulangan menemui berbagai kendala berat mulai dari kondisi sifat tanah gambut, keterbatasan sumber air, hingga tiupan angin kencang, Suharyanto tetap menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi satuan tugas darat yang berperan sebagai pilar utama dalam menjinakkan sebagian besar titik api.

Terkini