Penerapan B50 Tembus 94% SPBU, Kementerian ESDM Beberkan Capaian

Selasa, 08 September 2026 | 03:08:02 WIB
bahan bakar nabati (BBN) B50 [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bahwasanya 94% stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di tanah air resmi menyalurkan BBM biodiesel B50 sejak pemberlakuan perdana pada 1 Juli 2026.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menerangkan, dari keseluruhan SPBU yang terdaftar mendistribusikan Biosolar, mayoritas telah berpindah menggunakan B50.

"Kalau kami melihat jumlah SPBU di Indonesia menurut data dari Pertamina Patra Niaga, ini sudah ada 94% dan yang sudah menyalurkan sekitar 6.050 lokasi, 362 masih dalam masa transisi. Jadi 90% sudah menyalurkan B50," kata Eniya dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI, Selasa (8/9/2026).

Lebih rinci, ia mengutarakan bahwa sebanyak 10,69 juta kiloliter biodiesel sukses disalurkan hingga awal September 2026. Sejumlah 7,27 juta kiloliter di antaranya merupakan realisasi B40 sejak Januari 2026, sedangkan berkisar 3,4 juta kiloliter terdistribusi sebagai B50 kurun Juli sampai 7 September 2026.

Berdasar penuturan Eniya, pasokan biodiesel akan terus digulirkan hingga penutupan tahun. Sementara itu, stok fatty acid methyl ester (FAME) selaku bahan baku pencampuran B50 diproyeksikan berada di rentang 16,8 juta kiloliter hingga 18 juta kiloliter sepanjang 2026.

Eniya menyebutkan, pelaksanaan B50 tetap diberi ruang transisi demi menjamin ketersediaan stok B40 dapat terserap penuh. Pihak pemerintah memberikan kelonggaran pemanfaatan pasokan B40 sampai 30 September 2026.

"Dan proses B50 ini kami masih relaksasi, jadi memberikan ruang untuk menghabiskan stok B40 hingga 30 September 2026, jadi akhir bulan ini," ujarnya.

Di luar hal itu, ia menambahkan bahwa masih menyisakan satu tahapan pengujian pada pemberlakuan mandatori B50 ini, yakni di sektor perkeretaapian.

“Kalau untuk yang lain, untuk sektor otomotif, sektor alsintan [alat dan mesin pertanian], sektor alat berat pertambangan, angkutan laut, dan pembangkit listrik atau genset telah selesai. Telah selesai dilakukan dan saat ini kami masih menunggu beberapa hasil yang dari perkeretaapian. Jadi targetnya selesai di Desember 2026," ujarnya.

Terkini

AirAsia Kembali Beroperasi Normal Usai Erupsi Anak Krakatau

Selasa, 08 September 2026 | 04:22:32 WIB

AKRA Alokasikan Capex Rp1 Triliun Perkuat Terminal dan JIIPE

Selasa, 08 September 2026 | 04:16:31 WIB

Sistem Baru Pajak Transaksi Digital Luar Negeri Berlaku

Selasa, 08 September 2026 | 04:10:02 WIB

Direksi CIMB Niaga Tambah Saham BNGA Selama Agustus 2026

Selasa, 08 September 2026 | 04:07:02 WIB