Bidik Recurring Income Rp400 Miliar, DMAS Perkuat Pendapatan Lain

Senin, 07 September 2026 | 04:18:31 WIB
Ilustrasi kawasan industri [FOTO: NET].

JAKARTA - Emiten properti di bawah naungan kelompok usaha Sinar Mas, PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS), mulai mengintensifkan langkah penguatan sumber pendapatan berulang (recurring income) sebagai strategi jangka panjang untuk memangkas tingkat ketergantungan korporasi terhadap lini penjualan lahan industri.

Perseroan mematok target perolehan recurring income di kisaran angka Rp300 miliar hingga Rp400 miliar sepanjang tahun 2026, dengan proyeksi tren pertumbuhan konsisten sekitar 25 persen sampai 30 persen setiap tahunnya.

Direktur PT Puradelta Lestari Tbk., Tondy Suwanto, mengemukakan bahwa pengembangan porsi recurring income menjelma menjadi elemen krusial dalam peta jalan strategi bisnis perseroan, terlebih di tengah situasi ketersediaan cadangan lahan industri di area Kota Deltamas yang kian menyusut.

“Kami melihat recurring income pada tahun ini mencapai sekitar Rp300 miliar sampai Rp400 miliar dalam perhitungan dan budgeting kami,” ujar Tondi dalam paparan publik, Senin (7/9/2026).

Tondy tidak memungkiri bahwa tantangan terbesar yang dihadapi DMAS saat ini bersumber dari menyusutnya ketersediaan cadangan lahan (land bank). Pihak manajemen mengakui bahwa dalam beberapa tahun terakhir, laju realisasi penjualan lahan tercatat jauh melampaui volume penambahan land bank baru. 

Berdasarkan catatan per tanggal 30 Juni 2026, total kepemilikan land bank DMAS berada di angka 581 hektare. Rincian luasan tersebut mencakup 60 hektare porsi lahan industri, area lahan komersial seluas 357 hektare, serta sektor residensial sebanyak 164 hektare.

Kendati demikian, Tondy menilai bahwa volume cadangan lahan tersebut masih tergolong cukup besar, sementara pihak perseroan akan terus berkomitmen mendongkrak kontribusi dari pos pendapatan berulang. DMAS membidik target pertumbuhan recurring income di kisaran 25 persen hingga 30 persen secara berkelanjutan tiap tahunnya.

Sejauh ini, Tondy menyebutkan bahwa fondasi basis recurring income yang telah berhasil terbentuk saat ini sudah sanggup menutupi keseluruhan beban operasional perusahaan secara mandiri.

“Dengan recurring income yang sudah tercapai saat ini, sebenarnya seluruh OPEX sudah bisa kami cover,” katanya.

Salah satu motor penopang utama aliran recurring income DMAS bersumber dari penyediaan ragam fasilitas utilitas serta infrastruktur penunjang bagi para tenant di kawasan industri Kota Deltamas, yang meliputi suplai tenaga listrik dan pasokan air bersih. 

Kebutuhan terhadap layanan utilitas ini diproyeksikan bakal meroket seiring masuknya para tenant pusat data (data center) yang mempunyai daya serap konsumsi listrik serta air dalam skala jauh lebih besar dibandingkan profil industri konvensional pada umumnya.

Saat ini, DMAS mengantongi kapasitas pasokan daya listrik terinstalasi mencapai kisaran 1.000 MVA. Pihak manajemen menilai bahwa kapasitas tersebut masih memadai untuk melayani kebutuhan operasional tenant eksisting, termasuk para pengelola data center

Kendati demikian, perseroan memperkirakan tingkat kebutuhan daya listrik bakal terus merangkak naik sehingga kapasitas 1.000 MVA berpotensi mengalami defisit menjelang tahun 2035. Oleh sebab itu, DMAS secara proaktif terus menjalin komunikasi intensif bersama PT PLN (Persero) guna mengantisipasi proyeksi kebutuhan pasokan energi listrik dalam jangka panjang.

Di samping itu, DMAS telah mengoperasikan fasilitas instalasi pengolahan air bersih (water treatment plant), fasilitas instalasi pengolahan air limbah (wastewater treatment plant), hingga unit instalasi pengolahan air daur ulang (recycle water treatment plant).

Rangkaian strategi bisnis ini berjalan beriringan di tengah catatan performa keuangan DMAS yang menunjukkan lonjakan pertumbuhan signifikan sepanjang semester I/2026. Merujuk pada materi paparan publik, total perolehan pendapatan bersih DMAS hingga penutupan tanggal 30 Juni 2026 menyentuh angka Rp1,8 triliun, melompat drastis apabila dikomparasikan dengan perolehan periode serupa tahun sebelumnya yang senilai Rp613 miliar.

Perolehan laba bruto terkerek naik ke level Rp1,28 triliun dari sebelumnya Rp430 miliar, sementara posisi laba bersih melesat tajam mencapai Rp1,1 triliun, meningkat signifikan dari capaian Rp433 miliar pada semester I/2025. Imbas pencapaian tersebut, rasio margin laba bruto terkoreksi naik di kisaran 70,8 persen, sementara catatan margin laba bersih bertahan stabil di level sekitar 60,7 persen.

Kontributor terbesar penopang pendapatan masih disumbangkan oleh segmen bisnis industrial. Pendapatan dari segmen ini mencatatkan angka Rp1,75 triliun, naik tajam dibandingkan perolehan Rp553 miliar pada semester I/2025. Sementara itu, porsi pendapatan segmen residensial tercatat menyumbang Rp19 miliar, segmen komersial sebesar Rp18 miliar, sektor perhotelan menyumbang Rp8,1 miliar, serta lini sewa menyumbang Rp9,5 miliar.

Kontribusi dari segmen sewa (rental) turut merekam tren pertumbuhan positif, yakni dari level Rp8,3 miliar pada semester I/2025 menjadi Rp9,5 miliar pada paruh pertama 2026. Kendati porsi kontribusinya masih relatif kecil, kenaikan tersebut mengonfirmasi eksistensi lini sumber pendapatan alternatif di luar transaksi penjualan lahan.

Tondy memandang bahwa posisi struktur permodalan yang sangat kuat memberikan keleluasaan bagi perseroan dalam mengakselerasi pertumbuhan bisnis sepanjang semester II/2026. 

Tercatat per posisi Juni 2026, total posisi kas dan setara kas milik DMAS berada di kisaran Rp2,09 triliun, di mana perseroan dipastikan bersih tanpa tanggungan pinjaman utang keuangan. Posisi kas bersih (net cash) tersebut memberikan fleksibilitas strategis bagi DMAS guna melanjutkan ekspansi pembangunan infrastruktur maupun melancarkan aksi korporasi akuisisi lahan baru sewaktu-waktu menjumpai peluang momentum yang dinilai tepat.

Terkini

Raphinha Kapten Baru Barca, Ukir Sejarah Pemain Brasil

Senin, 07 September 2026 | 05:48:32 WIB

Carrick Soroti PR Besar MU Usai Imbang Lawan Everton

Senin, 07 September 2026 | 05:45:32 WIB

Samsung Galaxy S26 FE Rilis di Indonesia, Harga Rp11 Jutaan

Senin, 07 September 2026 | 05:41:02 WIB

FFI Panggil 16 Pemain Futsal Putri untuk Laga Lawan Rusia

Senin, 07 September 2026 | 05:38:01 WIB