4 Bandara Bebas Abu Vulkanik, Pembukaan Segera Dikaji

Senin, 07 September 2026 | 03:45:31 WIB
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani. (Foto: NET)

JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa hasil pengujian abu vulkanik di empat bandara memperlihatkan hasil negatif. Situasi tersebut membuka peluang bagi pihak berwenang penerbangan untuk meninjau pembukaan kembali aktivitas operasional bandara secara terbatas.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa keempat bandara yang hasil uji kertasnya menunjukkan nihil debu vulkanik meliputi Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, serta Budiarto Curug. 

"Ada empat bandara yang posisi dari pengamatan paper test itu telah menunjukkan negatif yaitu di Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, dan Budiarto Curug," ucap Faisal saat menyampaikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Terbatas Penanganan Bencana Alam Gempa NTT, Erupsi Anak Gunung Krakatau, dan Perkembangan Penanganan Karhutla bersama para kepala daerah, Senin (7/9/2026).

Khusus untuk Bandara Soekarno-Hatta, Faisal mengutarakan bahwa hasil pengujian telah memperlihatkan kondisi steril dari abu vulkanik sebanyak empat kali beruntun. 

"Untuk Soekarno-Hatta ini empat kali berturut-turut paper test-nya telah menunjukkan hasil negatif, artinya tidak ada debu vulkanik yang terpantau dari paper test ini," tuturnya. 

BMKG terus mengoordinasikan hasil pemantauan tersebut dengan Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin, Australia agar data penerbangan mengenai sebaran abu vulkanik senantiasa terbarukan.

Selanjutnya, wewenang pembukaan kembali bandara berada di tangan otoritas bandara beserta Kementerian Perhubungan. Faisal menuturkan, pembukaan dapat dijalankan secara terbatas terhadap bandara yang sudah dipastikan steril dari abu vulkanik lewat pengujian berulang.

Sementara itu, BMKG mencatat masih ada sembilan bandara yang ditutup di Indonesia. Sebanyak delapan bandara terletak di sekitar Selat Sunda akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, sedangkan satu bandara lainnya ditutup karena aktivitas Gunung Ili Lewotolok. 

Delapan bandara terdampak erupsi Anak Krakatau berada di kawasan sekitar Selat Sunda. Di sisi lain, Bandara Wunopito di Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, ditutup akibat erupsi Gunung Ili Lewotolok.

Faisal menuturkan, informasi mengenai status operasional bandara tersebut akan tersedia secara langsung lewat sistem informasi yang dikembangkan BMKG. Berdasarkan instruksi sekretaris kabinet dan menteri sekretaris negara, BMKG turut menyediakan Aviation Weather Station, yaitu situs informasi cuaca penerbangan yang diperbarui secara rutin. 

"Jadi website yang secara ter-update terus-menerus karena banyak sekali pertanyaan masyarakat bandara mana yang sedang ditutup sampai kapan, nah ini semua bisa dibuka di dalam website ini," ucap Faisal.

Selain sektor penerbangan, BMKG meningkatkan pengawasan terhadap potensi tsunami di Selat Sunda. Upaya ini dilaksanakan dengan memperhitungkan pengalaman erupsi Anak Krakatau pada tahun 2018 yang memicu gelombang tsunami akibat longsoran badan gunung atau flank collapse.

Faisal mengutarakan, BMKG telah memasang 20 alat ukur pasang surut air laut atau tsunami gauge yang tersebar di sekitar Selat Sunda guna memantau perubahan permukaan air laut. 

"Ini terus-menerus memantau dan sampai saat ini tidak ada anomali kenaikan muka air laut akibat tsunami yang diakibatkan oleh erupsi Gunung Anak Krakatau," ujarnya.

BMKG juga mengoperasikan lebih dari 20 sensor seismograf di sekitar Selat Sunda untuk mengawasi aktivitas erupsi sekaligus mengantisipasi potensi longsoran tubuh gunung yang berisiko memicu tsunami. Di samping itu, tiga titik rekaman medan magnet bumi di Lampung Selatan, Serang, serta Sukabumi dipakai untuk memantau dinamika aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Berdasarkan pengamatan medan magnet dan petir vulkanik semenjak erupsi perdana pada 4 September 2026 pukul 23.23 sampai saat ini, amplitudo gangguan geomagnetik serta kuantitas sambaran petir vulkanik memperlihatkan tingkat erupsi yang lebih rendah jika dibandingkan dua erupsi pada 4 dan 5 September. 

"Jadi ada proses peluruhan dari erupsi berdasarkan data medan magnet dan juga dari petir vulkanik yang dimiliki BMKG," ungkap Faisal.

BMKG pun telah mengubah konfigurasi radar frekuensi tinggi di kawasan Pantai Carita hingga Tanjung Lesung menjadi mode pengawasan tsunami. Teknologi tersebut diklaim sanggup mendeteksi kedatangan tsunami dari kisaran jarak 150 kilometer.

Demi keselamatan pelayaran, BMKG menjalin koordinasi bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Pemerintah sudah menerbitkan Notice to Mariners yang menetapkan aturan larangan kegiatan kapal dalam radius 3 kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau. 

Larangan tersebut berlaku selama Badan Geologi menetapkan status Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga. Faisal menyampaikan bahwa pengawasan tidak cuma diprioritaskan pada sektor penerbangan, melainkan juga keadaan perairan di sekitar gunung api tersebut.

Terkini

IHSG Melemah ke 6.619, Saham BUMI dan PTBA Menguat

Senin, 07 September 2026 | 05:21:01 WIB

OJK Selesaikan 187 Perkara Sektor Jasa Keuangan

Senin, 07 September 2026 | 05:17:33 WIB