OJK Minta Emiten Transparan Saat Pubex Agar Investor Tak Kecewa

Senin, 07 September 2026 | 22:30:02 WIB
Warga melintas di depan gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta [FOTO: NET].

JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan komitmennya selaku regulator dalam mengawal transparansi perusahaan terbuka di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Agenda paparan publik (public expose) dinilai menjadi instrumen krusial bagi investor untuk memahami seluk-beluk emiten secara mendalam. Informasi yang sengaja ditutupi berpotensi meruntuhkan kepercayaan para pemodal.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menggarisbawahi bahwa OJK tidak memberi ruang sedikit pun terhadap praktik pelanggaran keterbukaan informasi.

"Kepercayaan investor dibangun selama bertahun-tahun namun ini dapat runtuh dalam sekejap oleh informasi yang menyesatkan atau ditutup-tutupi," kata Hasan dalam pembukaan Pubex Live 2026 secara daring, Senin (7/9/2026).

Lantaran hal tersebut, Hasan meminta seluruh emiten agar tidak menganggap kewajiban penyampaian keterbukaan informasi sebagai rutinitas administratif semata, melainkan sebagai bentuk kontrak kepercayaan terhadap investor publik.

Sejalan dengan upaya mengawal transparansi, OJK terus mengakselerasi reformasi integritas pasar modal secara menyeluruh, berkelanjutan, berarah jelas, dan terukur. Langkah ini dinilai sebagai agenda penguatan fondasi struktural, bukan sekadar respons jangka pendek dari otoritas pasar.

Hasan turut mengimbau seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) bursa untuk bergerak selaras dalam mengawal reformasi pasar modal.

"Karena pasar modal yang kredibel dan investable hanya dapat terwujud melalui komitmen dan kerja sama yang konsisten," ujarnya.

Lewat pergelaran Public Expose Live 2026, OJK mengimbau seluruh perusahaan tercatat agar konsisten memegang teguh prinsip keterbukaan informasi secara akurat, tepat waktu, dan berimbang. Emiten juga diminta menempatkan forum ini sebagai ruang pembinaan hubungan jangka panjang yang sehat dengan para investor, bukan sekadar formalitas menggugurkan kewajiban regulasi.

"Saya ingin menegaskan bahwa penyelenggaraan Public Expose Live bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Forum ini adalah salah satu upaya konkret dari komitmen keterbukaan informasi yang menjadi salah satu pilar utama rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia," pungkasnya.

Terkini