RI Tawar 138 Blok Migas ke Rusia, Bidik Teknologi & Investasi

Minggu, 06 September 2026 | 00:07:02 WIB
Pemerintah Republik Indonesia tengah membentangkan kesempatan yang lebih besar bagi para pemodal asal Rusia guna berpartisipasi dalam sektor energi di dalam negeri. (Foto: NET)

JAKARTA – Pemerintah Republik Indonesia tengah membentangkan kesempatan yang lebih besar bagi para pemodal asal Rusia guna berpartisipasi dalam sektor energi di dalam negeri. Presiden Prabowo Subianto secara langsung menyodorkan 138 wilayah eksplorasi minyak dan gas bumi kepada sejumlah korporasi asal negara tersebut.

Peluang penanaman modal itu diutarakan oleh Prabowo ketika menghadiri perhelatan Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang berlangsung di Vladivostok, Rusia, pada hari Kamis tanggal 3 September 2026. 

Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari strategi pemerintahan guna menggandeng mitra strategis yang memiliki penguasaan teknologi mumpuni untuk memajukan sektor energi, baik pada lini hulu maupun hilir.

Di samping menyodorkan potensi eksplorasi di 138 blok migas, Indonesia turut membuka peluang kolaborasi dalam pembangunan fasilitas penunjang energi. Beberapa inisiatif proyek yang menjadi fokus penawaran meliputi pendirian kilang minyak serta pembangunan terminal penyimpanan energi yang terintegrasi secara menyeluruh.

"Kami telah memberikan informasi kepada Rusia bahwa Indonesia telah membuka 138 blok eksplorasi untuk energi, dan kami mengundang mitra Rusia, perusahaan-perusahaan Rusia dengan teknologi mereka dalam 138 blok eksplorasi," ucap Prabowo seperti yang dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Minggu, 6 September 2026.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia bersikap terbuka terhadap penerapan teknologi asal Rusia maupun penerapan skema pembangunan secara bersama-sama. 

Menurut pandangannya, kendati ketersediaan gas di dalam negeri dinilai sudah mampu dicukupi dari cadangan mandiri, penguasaan teknologi dan keahlian dari Rusia tetap dapat dimanfaatkan guna memaksimalkan potensi sumber daya energi Nusantara.

"Kami berdiskusi untuk berkooperasi dengan grup Rusia untuk mengembangkan proyek refineri, terminal penyimpanan dalam bidang energi. Kami memiliki banyak LNG, jadi di beberapa bagian kami tidak membutuhkan gas Rusia, tapi kami sangat terbuka dengan teknologi Rusia. Pembangunan bersama kami sangat terbuka," jelasnya.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah kawasan yang mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai area pencarian migas. 

Berdasarkan catatan hingga bulan Mei 2026, tercatat ada 118 wilayah kerja migas dengan potensi menjanjikan yang sudah berhasil dipetakan oleh pihak pemerintah.

Dari total keseluruhan kawasan tersebut, sebanyak 43 daerah masih berada di dalam fase kajian bersama. Selanjutnya, ada 50 wilayah potensial yang kini masuk ke dalam tahapan penawaran riset serta pembaruan perolehan data. Sementara itu, 25 wilayah kerja sisanya telah resmi merampungkan penandatanganan dokumen kontrak kerja sama.

Terkini