MRT Jakarta Beroperasi Normal Meski Terdampak Abu Vulkanik

Minggu, 06 September 2026 | 23:51:31 WIB
PT MRT Jakarta (Perseroda). (Foto: NET)

JAKARTA — PT MRT Jakarta (Perseroda) mengumumkan bahwa layanan kereta moda raya terpadu tersebut kini masih beroperasi secara normal di tengah situasi abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang memengaruhi beberapa kawasan di Jakarta pada Minggu (6/9/2026) pagi.

Pimpinan Divisi Sekretaris Perusahaan MRT Jakarta Rendy Primartantyo mengutarakan bahwa pihaknya senantiasa mengawasi situasi beserta pengaruhnya terhadap jalannya layanan maupun sarana prasarana stasiun.

“Pelanggan MRT Jakarta diimbau untuk menggunakan masker, khususnya saat berada di area yang terdampak abu vulkanik, serta tetap berhati-hati dalam melakukan mobilitas,” kata Rendy dalam keterangan resmi.

Beliau meneruskan bahwa penjelasan lebih mendalam terkait situasi serta operasional MRT Jakarta bakal diumumkan lewat saluran resmi milik perusahaan.

Sebelumnya, abu vulkanik dari letusan Gunung Anak Krakatau dikabarkan telah memengaruhi kawasan Jabodetabek pada Minggu pagi, sampai memicu kendala pada sektor penerbangan. 

Sebanyak 33 jadwal penerbangan terdampak usai Bandara Internasional Soekarno-Hatta dihentikan operasionalnya sementara waktu menyusul temuan sebaran debu vulkanik di kawasan bandara.

Pimpinan Kelompok Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports Arie Ahsanurrohim menyebutkan bahwa penghentian atau Aerodrome Closed tersebut terjadi pada pukul 01.30 sampai 05.30 WIB mengacu pada NOTAM A3341/26. 

PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports mengonfirmasi bahwa temuan dari uji kertas memperlihatkan adanya sebaran debu vulkanik di Bandara Soekarno-Hatta.

"Kondisi tersebut menjadi dasar penerapan penutupan sementara operasional bandara," katanya melalui keterangan pers tertulis.

Terkini