ASDP: Penyeberangan Merak-Bakauheni Normal Meski Anak Krakatau Erupsi

Minggu, 06 September 2026 | 23:50:02 WIB
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan penyeberangan pada lintasan Merak—Bakauheni masih berjalan normal. (Foto: NET)

JAKARTA — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan penyeberangan pada lintasan Merak—Bakauheni masih berjalan normal di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang kini berstatus Level III (Siaga).

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Windy Andale mengutarakan bahwa perseroan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. 

Berdasarkan laporan teknis terbaru, aktivitas erupsi menerus masih berlangsung dengan potensi ancaman bahaya berupa aliran lava yang dapat disertai lontaran batu pijar.

“Operasional layanan penyeberangan pada lintasan Merak—Bakauheni hingga saat ini masih berjalan normal. Cabang Merak dan Cabang Bakauheni tetap melayani pengguna jasa sesuai ketentuan operasional yang berlaku, dengan terus memperhatikan perkembangan kondisi cuaca, perairan, serta aktivitas Gunung Anak Krakatau,” kata Windy dalam keterangan tertulis, Minggu (6/9/2026).

ASDP menegaskan bahwa aspek keselamatan dan kelancaran layanan tetap diutamakan dalam operasional penyeberangan. Dalam hal ini, Cabang Merak dan Bakauheni secara intensif melakukan pemantauan situasi di lapangan serta berkoordinasi dengan instansi terkait. 

Adapun, setiap perkembangan informasi dari otoritas berwenang juga menjadi pertimbangan ASDP dalam menentukan langkah operasional yang diperlukan.

Menghadapi situasi aktivitas Gunung Anak Krakatau, ASDP mengimbau pengguna jasa yang hendak melakukan perjalanan melalui lintasan Merak—Bakauheni untuk senantiasa tenang dan menyimak informasi resmi mengenai layanan penyeberangan. 

Di samping itu, pengguna jasa pun diminta mencermati arahan petugas di lapangan serta menjalankan perjalanan sesuai aturan yang berlaku.

“Untuk memperoleh informasi terbaru terkait layanan penyeberangan, kondisi operasional, maupun bantuan perjalanan, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center ASDP 191,” lanjutnya.

Lebih lanjut, ASDP juga menyampaikan bahwa pemantauan serta evaluasi terhadap dinamika aktivitas Gunung Anak Krakatau bakal terus dilaksanakan secara berkala. 

Perseroan siap mengambil langkah penyesuaian manakala terdapat perubahan situasi yang berpotensi memengaruhi keamanan pelayaran maupun kelancaran layanan penyeberangan.

“Apabila terdapat perubahan kondisi yang berpotensi memengaruhi keselamatan pelayaran maupun kelancaran layanan, perusahaan akan melakukan penyesuaian operasional sesuai rekomendasi dan arahan dari instansi berwenang,” terangnya.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menginformasikan bahwa saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level III (Siaga).

“Potensi ancaman bahaya erupsi saat ini berasal dari aliran lava yang dapat disertain dengan lontaran batu pijar,” demikian keterangan tertulis PVMBG, Sabtu (5/9/2026).

Berdasarkan rekomendasi teknis Level III (Siaga), masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau serta pengunjung, wisatawan, dan pendaki dilarang keras mendekat maupun beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi Gunung Anak Krakatau. 

Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman bahaya awan panas, lava, lontaran batu pijar, serta hujan abu lebat.

“Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang dan dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat,” tutupnya.

Terkini