Lion Group Batalkan Puluhan Rute Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 | 22:20:31 WIB
Letusan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda menimbulkan kendala besar terhadap jadwal penerbangan domestik maupun internasional dari dan ke wilayah Jakarta serta sekitarnya. (Foto: NET)

JAKARTA — Letusan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda menimbulkan kendala besar terhadap jadwal penerbangan domestik maupun internasional dari dan ke wilayah Jakarta serta sekitarnya pada Minggu (6/9/2026). 

Penghentian operasional sejumlah bandara penting secara temporer—mencakup Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Bandara Internasional Halim Perdanakusuma (HLP) sampai pukul 14.00 WIB, serta Bandara Radin Inten II Lampung—ditempuh menyusul keluarnya pemberitahuan resmi Notice to Airmen (NOTAM).

Langkah pengumuman ini dikeluarkan akibat sebaran material vulkanik abu yang dinilai mengancam keselamatan ruang udara serta jalur lintas udara. 

Maskapai penerbangan terbesar di jaringan Nusantara, Lion Air Group, menjadi salah satu pihak yang paling merasakan imbasnya melalui pembatalan massal pada lini anak perusahaan mereka, yang mencakup Lion Air, Batik Air, Super Air Jet, hingga Batik Air Malaysia.

"Keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi prioritas utama. Pelanggan yang terdampak dapat memilih opsi reschedule atau refund sesuai ketentuan yang berlaku," tulis manajemen Batik Air dalam rincian keterangan resminya, Minggu (6/9/2026).

Berikut ini daftar rincian pembatalan penerbangan Lion Air Group berdasarkan data operasional resmi yang memuat penyesuaian pembatalan keberangkatan serta kedatangan hari ini:

Lion Air (Bandara Soekarno-Hatta)

Keberangkatan dari Jakarta (16 penerbangan): Ambon (JT890), Surabaya (JT690, JT694), Denpasar (JT20, JT034, JT024), Medan Kualanamu (JT200, JT06, JT210), Pekanbaru (JT292, JT390), Makassar (JT892), Padang (JT256), Bandar Lampung (JT172, JT176), serta Pontianak (JT714).

Kedatangan menuju Jakarta (18 penerbangan): Berasal dari Medan Kualanamu, Padang, Ambon, Surabaya, Pekanbaru, Denpasar, Pontianak, Bandar Lampung, dan Makassar.

Batik Air (Soekarno-Hatta & Halim Perdanakusuma) Maskapai ini menghentikan total 62 penerbangan keberangkatan serta 66 penerbangan kedatangan di Bandara Soekarno-Hatta yang meliputi berbagai rute domestik utama serta jalur internasional (Singapura, Penang, Kuala Lumpur, Bangkok). 

Selain itu, pembatalan juga berimbas pada titik operasional di Bandara Halim Perdanakusuma, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan menuju Malang, Surabaya, Denpasar, serta Palembang.

Batik Air Malaysia (Rute Regional) Terdapat 8 rute penerbangan lintas batas yang menghubungkan kawasan Jakarta dengan Malaysia yang terpaksa dibatalkan, melibatkan perjalanan pergi pulang antara Kuala Lumpur/Subang dan Jakarta.

Super Air Jet (Bandara Soekarno-Hatta)

Keberangkatan dari Jakarta (32 penerbangan): Mencakup tujuan Balikpapan, Batam, Kupang, Pangkalpinang, Silangit, Lombok, Padang, Bengkulu, Banyuwangi, Yogyakarta, Palembang, Banjarmasin, Jambi, Kediri, Banda Aceh, Palangka Raya, Pontianak, Semarang, Kendari, Labuan Bajo, sampai Tanjung Pandan.

Kedatangan menuju Jakarta (36 penerbangan): Mengalami penyesuaian pembatalan dari kota-kota asal tersebut sejak pagi hingga sore hari.

Dampak Gangguan pada Maskapai Lain Bukan hanya Lion Air Group, hambatan operasional akibat paparan abu vulkanik Anak Krakatau turut menjalar ke berbagai perusahaan penerbangan nasional maupun internasional lainnya:

Garuda Indonesia: Menjalankan penyesuaian rute domestik dan internasional menyusul penutupan bandara melalui skema pembatalan, penundaan, hingga pengalihan jalur (divert).

Citilink, Pelita Air, Sriwijaya Air, & NAM Air: Menghentikan operasional sementara dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta hingga batas waktu NOTAM berakhir pukul 14.00 WIB.

TransNusa: Menunda seluruh agenda penerbangan dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta sejak Minggu pagi hingga siang hari.

AirAsia Indonesia: Membatalkan serta menjadwalkan ulang penerbangan dari dan menuju Jakarta, serta menghimbau para penumpang agar memantau status secara berkala via platform digital resmi.

Seluruh pihak maskapai mengingatkan kepada para calon pelancong supaya memastikan kembali status penerbangan masing-masing sebelum bertolak ke bandara, serta memanfaatkan kanal layanan pelanggan resmi apabila ingin memproses opsi penjadwalan ulang atau pengembalian dana.

Terkini

Bidik Smart Building, Wira Elektrik Bermitra dengan Hager

Minggu, 06 September 2026 | 23:58:02 WIB

Daftar Harga BBM Pertamina, BP-AKR, Vivo, Shell Terbaru

Minggu, 06 September 2026 | 23:56:31 WIB

Bandara Soekarno-Hatta Aktifkan Prosedur Penanganan Penumpang

Minggu, 06 September 2026 | 23:54:32 WIB

Bandara Halim dan Soetta Ditutup Imbas Abu Vulkanik

Minggu, 06 September 2026 | 23:53:02 WIB

MRT Jakarta Beroperasi Normal Meski Terdampak Abu Vulkanik

Minggu, 06 September 2026 | 23:51:31 WIB