Karhutla IKN 458 Hektare, BNPB Perkuat Mitigasi Sejak Dini

Minggu, 06 September 2026 | 21:36:32 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letnan Jenderal TNI Suharyanto. (Foto: NET)

JAKARTA — Kebakaran hutan dan lahan melanda sekitar 458 hektare wilayah di kawasan pengembangan Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur. Luasan terbesar tecatat di kawasan hutan Tahura Bukit Soeharto, yang masuk wilayah administratif Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara. 

Walau berada di kawasan pengembangan IKN, area terdampak kebakaran itu tidak seluruhnya mencakup kawasan inti pemerintahan. 

Karhutla pun terpantau di beberapa titik sekitar Sepaku dan perbatasan wilayah IKN. Merujuk pemantauan mutakhir, si jago merah belum mengancam secara langsung kawasan inti pemerintahan ataupun aktivitas pembangunan IKN.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengemukakan bahwa keadaan tersebut senantiasa harus diantisipasi sejak dini. Pemerintah menggiatkan pemantauan guna mencegah titik api membesar dan merembet ke kawasan inti IKN.

“Kami tidak boleh menunggu sampai api mendekati kawasan inti. IKN adalah kawasan strategis, sehingga pendekatannya adalah pencegahan dan pengendalian sejak dini,” ucap Suharyanto kepada KONTAN, Minggu (6/9).

Pengawasan dijalankan lewat patroli darat dan udara, pemantauan titik panas serta sokongan teknologi wahana nirawak. Setiap titik api yang berpotensi membesar bakal langsung ditangani agar kebakaran tidak meluas. 

Dalam penanggulangannya, BNPB bersinergi dengan Otorita Ibu Kota Nusantara, pemda, TNI, Polri, serta instansi terkait. Bagi titik yang sukar diakses lewat jalur darat, pemerintah menyediakan operasi pemadaman dari udara, termasuk pengeboman air. 

Penanganan turut mencakup patroli udara serta pemadaman di darat menyesuaikan situasi lokasi kebakaran.

Di samping itu, pemerintah melaksanakan operasi modifikasi cuaca guna memaksimalkan peluang hujan. Khusus di sekitar IKN, operasi modifikasi cuaca melibatkan BMKG, OIKN, TNI AU, BNPB, serta Pemprov Kalimantan Timur.

“Khusus untuk IKN dan sekitarnya, BMKG, OIKN, TNI AU, BNPB dan Pemprov Kalimantan Timur juga telah melaksanakan OMC untuk mengantisipasi kekeringan dan karhutla,” tutur Suharyanto.

Pelaksanaan operasi tersebut tetap memerhatikan dinamika atmosfer serta ketersediaan awan yang layak disemai. Sementara itu, estimasi kerugian akibat karhutla belum dapat dipastikan. BNPB bersama OIKN masih merampungkan proses pendataan serta asesmen terhadap kerusakan dan kerugian di tiap-tiap wilayah.

Terkini