OSN 2026 Digelar di UMM, Libatkan 600 Siswa SMA dan Fokus AI

Minggu, 06 September 2026 | 17:32:02 WIB
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Maria Veronica Irene Herdjiono [FOTO: NET].

JAKARTA - Kurang lebih sebanyak 600 pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) diagendakan bakal berpartisipasi dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat nasional tahun 2026 yang dihelat di kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada rentang tanggal 14 sampai 20 September 2026 mendatang.

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Maria Veronica Irene Herdjiono memaparkan bahwa ratusan peserta tersebut merupakan bagian dari mata rantai ekosistem seleksi OSN secara nasional yang melibatkan akumulasi pendaftar hingga mencapai sekitar 946.000 peserta dari jenjang pendidikan sekolah dasar hingga menengah atas.

Menurut pandangannya, eskalasi laju perkembangan teknologi menuntut sistem pembinaan talenta muda agar senantiasa beradaptasi dengan proyeksi kebutuhan zaman masa depan. Ajang OSN tidak sekadar diposisikan sebagai wadah pencarian pelajar berprestasi dengan kemampuan akademik tertinggi, melainkan turut diarahkan untuk membangun kompetensi yang selaras dengan dinamika perubahan era modern.

“Memang kami tidak memungkiri perkembangan teknologi ini semakin cepat, bahkan lebih cepat dari perkembangan berbagai bidang ilmu lainnya,” ujar, dikutip Sabtu (5/9/2026).

Oleh sebab itu, kata dia, pihak pemerintah secara konsisten terus menggalakkan penguatan materi pembelajaran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) bagi tenaga pendidik maupun peserta didik. 

Dalam format kompetisi, unsur teknologi AI kini telah diintegrasikan menjadi bagian resmi dari perhelatan OSN melalui penyelenggaraan ekshibisi kecerdasan artifisial yang pada tahun ini telah menginjak tahun penyelenggaraan kedua.

Di samping mengakomodasi perkembangan teknologi mutakhir, perhelatan OSN juga dirancang untuk berfungsi sebagai jalur inkubasi pembinaan calon-calon talenta unggul yang memiliki kapasitas daya saing di kancah internasional. Puspresnas mematok target agar para siswa berprestasi ini dapat dipersiapkan secara matang guna mengemban misi sebagai delegasi resmi Indonesia pada berbagai ajang kompetisi sains tingkat global.

“Harapan pertama, dari OSN tingkat nasional ini kami ingin hasilnya benar-benar menghasilkan calon-calon delegasi Indonesia di ajang internasional yang kompetitif,” kata.

Demi membangun ekosistem pembinaan yang kokoh tersebut, dia menegaskan bahwa pihak Puspresnas aktif menggandeng institusi perguruan tinggi untuk dilibatkan sebagai mitra strategis. Pengembangan kapasitas sumber daya manusia tidak mungkin dapat diselesaikan oleh kementerian secara mandiri.

Kehadiran ajang OSN di lingkungan kampus sekaligus memberikan kesempatan berharga bagi para siswa untuk mengenali secara langsung atmosfer kehidupan akademik, fasilitas laboratorium, serta ekosistem lingkungan perguruan tinggi.

Faktor tersebut menjadi salah satu pertimbangan mendasar mengapa UMM kembali diberikan kepercayaan mengemban amanah sebagai tuan rumah penyelenggaraan OSN 2026.

Penunjukan tersebut ditempuh melalui mekanisme pengajuan proposal resmi serta evaluasi ketat yang memperhitungkan aspek ketersediaan sumber daya, rekam jejak pengalaman, tingkat kesiapan kelembagaan, hingga reputasi institusi universitas.

Dia mengemukakan bahwa terdapat kurang dari lima perguruan tinggi yang mengajukan permohonan diri sebagai kandidat tuan rumah. Selepas melalui rangkaian tahap evaluasi mendalam, pihak UMM akhirnya kembali ditetapkan sebagai lembaga penyelenggara resmi.

“Tahun lalu UMM sangat mendukung, sangat proaktif, dan sangat serius ketika berkolaborasi menyelenggarakan OSN,” jelas.

Penilaian positif dan apresiasi yang tinggi turut disuarakan oleh jajaran Dewan Juri yang beranggotakan para dosen, profesor, hingga pakar juri tingkat internasional. Mereka menilai bahwa kualitas penyelenggaraan OSN di kampus UMM merupakan salah satu pelaksanaan terbaik hingga saat ini.

Penyelenggaraan OSN 2026 turut memperkenalkan terobosan inovasi baru melalui program Bina Talenta Indonesia Kolaboratif. Para peserta yang berasal dari beragam wilayah daerah, latar belakang sekolah, serta bidang ilmu yang berbeda akan dipertemukan dalam satu forum guna mengasah tingkat kemampuan komunikasi, kerja sama tim (collaboration), serta pemecahan masalah (problem solving) selepas menuntaskan sesi ujian kompetensi inti.

Dengan demikian, perhelatan OSN 2026 tidak berhenti sekadar sebagai panggung kompetisi pencarian sang juara belaka, melainkan bertransformasi menjadi ruang inkubasi pembinaan talenta yang memadukan secara harmonis antara kompetensi akademik, pembentukan karakter, kemampuan berkolaborasi, penguasaan teknologi, hingga tingkat kesiapan mental dalam menghadapi persaingan tingkat internasional.

Terkini