Uji Coba Sistem Biometrik, Naik Pesawat Tanpa KTP

Jumat, 04 September 2026 | 04:43:32 WIB
Direktur Utama InJourney Airports Mohammad Rizal Pahlevi. (Foto: NET)

JAKARTA — PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mulai melakukan uji coba penerapan sistem biometrik guna mempermudah alur pelayanan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta hingga Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Direktur Utama InJourney Airports Mohammad Rizal Pahlevi menyampaikan bahwa teknologi tersebut memungkinkan proses verifikasi identitas penumpang ke depan terlaksana via biometrik beserta pengenalan wajah atau face recognition sehingga individu yang bepergian tidak harus berulang kali memperlihatkan kartu identitas.

Rizal menjelaskan bahwa pemanfaatan biometrik merupakan bagian dari langkah pembaruan proses pelayanan demi mewujudkan operasional bandara yang jauh lebih terintegrasi.

“Jadi kami mengharapkan kegiatan operasi, kegiatan pelayanan di bandara itu lebih seamless sehingga penumpang tidak perlu ribet dan punya waktu luang lebih luas," kata Rizal, dikutip pada Jumat (4/9/2026).

Menurut dia, purwarupa teknologi biometrik saat ini tengah diuji di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pengembangan serupa turut dilaksanakan pada Bandara Juanda, Surabaya, serta mulai diimplementasikan dalam layanan domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Rizal menyebutkan bahwa inovasi itu bakal diperluas menjangkau sejumlah bandar udara strategis di bawah pengelolaan InJourney Airports.

Pembaruan ini dirancang khusus untuk memotong tahapan verifikasi data diri secara konvensional. Lewat teknologi biometrik dan face recognition, masyarakat nantinya tidak lagi direpotkan dengan kewajiban mengeluarkan kartu identitas pada setiap tahap pemeriksaan.

"Kami tahu bahwa antrean dulunya KTP satu-satu dicek, ke depannya tidak perlu lagi menunjukkan KTP. Tetapi sekarang masih, hanya lebih simpel," ujarnya.

Penerapan sarana serupa pun telah diwujudkan melalui fasilitas autogate pada beberapa titik layanan bandara internasional. Rizal menerangkan bahwa sebagian besar perangkat tersebut telah beroperasi optimal, walau sebagian lokasi masih berada dalam fase uji coba. 

Rangkaian proses ini turut mengintegrasikan pengelolaan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta data paspor demi menunjang kebutuhan penumpang luar negeri.

"Syukur alhamdulillah di dalam jam-jam peak ini sangat membantu dan ini sangat memberikan layanan antrean yang ada di bandara internasional kami," kata Rizal.

Rizal menambahkan, transformasi mutu pelayanan ini diyakini mampu menghadirkan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses berbagai fasilitas bandara. 

Sistem yang tengah dibangun itu pun difokuskan untuk meminimalisasi hambatan administratif yang seringkali timbul saat pengguna jasa diwajibkan menunjukkan dokumen secara manual.

Terkini

Dilepas Madrid Lewat Telepon, Ceballos Tantang Mantan

Jumat, 04 September 2026 | 06:19:32 WIB

Skenario Lolos Timnas U20 ke Piala Asia 2027

Jumat, 04 September 2026 | 06:18:01 WIB

Bocoran iPhone 18: Harga, Kamera, hingga Layar Lipat

Jumat, 04 September 2026 | 06:16:31 WIB

WBO Desak Sheeraz dan Zhanibek Segera Capai Kesepakatan Duel

Jumat, 04 September 2026 | 06:13:31 WIB