Pola Belanja Anak Muda Bergeser, Cari Produk Premium Berkualitas

Kamis, 03 September 2026 | 02:57:01 WIB
Ilustrasi belanja online [FOTO: NET].

JAKARTA - Tren belanja barang premium mulai menunjukkan pergeseran. Konsumen dari kalangan muda tidak lagi sekadar mempertimbangkan harga murah, melainkan turut melihat kualitas serta nilai yang sepadan dengan dana yang dikeluarkan.

Perubahan ini tecermin dari lonjakan penjualan merek premium di Lazada yang tumbuh hingga tiga kali lipat secara year-on-year pada 2026. Apabila dirinci per kategori, lini fashion membukukan kenaikan empat kali lipat, elektronik 2,1 kali lipat, perabot rumah tangga tiga kali lipat, serta produk kecantikan sebesar 1,5 kali lipat.

Country Online Manager Estée Lauder Indonesia, Siska Mulyasaputri memaparkan, pergeseran perilaku juga tampak dari profil konsumen yang memilih saluran digital.

“Kami melihat makin ke sini konsumen yang prefer belanja di online biasanya lebih muda,” terangnya dalam peluncuran LazMall Luxury di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Mulai Mempertimbangkan Kualitas Barang Belanja Online Jadi Pilihan

Kendati demikian, Siska menerangkan, kecenderungan memilih saluran belanja bagi tiap-tiap konsumen dapat bervariasi. Maka dari itu, merek perlu memahami kebiasaan tersebut sekaligus memfasilitasi akses yang sesuai dengan keperluan konsumen.

“Kalau memang dia sudah biasa berbelanja di offline ya kami akan arahkan dia ke offline, kalau memang dia lebih nyaman berbelanja di online ya kami arahkan dia ke online,”

Sesuai penjelasan Siska, strategi pemasaran digital memungkinkan pihak merek membaca selera konsumen secara lebih personal.

“Jadi, salah satu seni digital marketing itu adalah bisa membuat profil personalize untuk masing-masing konsumen, sehingga bisa disesuaikan dia preferensinya di mana gitu,”

Ia menilai langkah tersebut teramat krusial lantaran para konsumen tidak selalu mempunyai kebiasaan belanja yang seragam. Untuk saat ini, kanal digital memang menjadi salah satu alternatif pilihan yang lekat dengan kalangan anak muda. Siska turut menyebut karakteristik konsumen online cenderung berusia lebih muda dengan cakupan wilayah geografis yang lebih luas.

Tak Lagi Sekadar Mencari Harga Murah

Sementara itu, fenomena paling menarik tecermin dari aspek pertimbangan sewaktu memilih produk. Head of Business Growth and Operations Lazada Indonesia, Amelia Tediarjo, menuturkan tren belanja mulai bergeser dari berburu barang murah ke produk yang dirasa lebih memiliki nilai (value).

“Kami melihat bahwa memang customer itu pindah dari yang dulunya lebih sering belanja untuk terutama brand-brand yang memang lebih murah atau affordable menjadi brand-brand yang tipe produk yang memang lebih value for money.”

Terlebih lagi, saat ini pembeli semakin mudah memperoleh informasi mengenai kualitas barang lewat konten serta beragam referensi. Situasi ini mendorong konsumen makin selektif sebelum menentukan pilihan.

“Jadi kalau untuk yang sekarang memang seleksinya lebih mencoba untuk lebih loyal, itu pertama, kedua lebih banyak expose ke informasi-informasi tentang quality dari konten, reference dan teman-teman,” papar Amelia.

Berbekal pertimbangan tersebut, banderol harga yang tinggi tidak serta-merta menjadi hambatan selama mutu yang didapat dinilai seimbang.

“Jadi memang daripada beli yang lebih murah tapi sebenarnya harus diganti lebih cepat, mereka mencari barang yang memang lebih mahal, tapi value-nya cocok dengan harga yang dia harus bayarkan,” jelasnya.

Dinamika ini menandakan bahwa keputusan membeli barang kelas premium mulai berkaitan erat dengan fungsi dan nilai guna, bukan sebatas urusan label atau harga semata.

Produk Premium untuk Laki-laki Mulai Dilirik

Peningkatan pada kategori premium juga mulai terlihat untuk segmen produk pria. Sesuai penuturan Amelia, walaupun skala kategori tersebut masih relatif kecil dibanding kategori lainnya, pergerakannya mulai menunjukkan perkembangan.

“Tapi sekarang men juga cukup momentum, lebih bertambah juga ya, karena mungkin lebih self-aware ya.”

Dengan demikian, geliat pasar barang premium tak cuma bergeliat pada ranah busana wanita atau produk perawatan wajah. Kepedulian terhadap faktor kualitas mulai merambah pada pemenuhan kebutuhan laki-laki, sekalipun pertumbuhannya masih pada tahap merangkak naik.

Terkini