BYD Siap Rakit Baterai di Indonesia Usai Resmikan Pabrik Subang

Kamis, 03 September 2026 | 02:29:32 WIB
BYD Indonesia. (Foto: NET)

JAKARTA — BYD Indonesia langsung mengawali tahap investasi lanjutan di dalam negeri usai meresmikan fasilitas produksi perdananya di Subang Smartpolitan Industrial Park, Jawa Barat, pada hari Kamis.

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao menyampaikan bahwa komitmen investasi perusahaannya di Nusantara tidak berhenti pada pabrik kendaraan yang baru diresmikan saja, melainkan akan terus melengkapi rantai pasok ekosistem kendaraan listrik lewat kegiatan perakitan komponen baterai.

“Tanpa proses yang menyeluruh dari produksi, kami tidak bisa bilang bahwa suatu produk sepenuhnya buatan Indonesia. Kami juga merencanakan untuk melakukan beberapa pekerjaan perakitan (assembly) yang berkaitan dengan manufaktur baterai,” kata Eagle di sela peresmian pabrik.

Langkah strategis itu, menurut Eagle, merupakan wujud nyata usaha BYD dalam meningkatkan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada setiap unit kendaraan yang diproduksi.

“Tahun 2027, kami pasti akan menjadi yang pertama berdiri mendukung TKDN yang akan menjadi 60 persen. Dengan persiapan saat ini, kami sangat optimistis untuk pemenuhan TKDN kami bisa dihasilkan mulai Januari 2027, (sudah) mencapai 60 persen,” Eagle menegaskan.

Di samping itu, Eagle mengungkapkan bahwa jenama asal Tiongkok tersebut kini sedang mematangkan program penguatan kompetensi tenaga kerja lokal melalui rangkaian pelatihan intensif serta transfer teknologi langsung. 

Tercatat sejak tahun lalu, ratusan insinyur dan teknisi dalam negeri telah diberangkatkan ke pusat riset dan pengembangan (R&D) BYD di China guna mendalami teknologi otomotif mutakhir.

“Kami akan terus melakukannya,” imbuhnya.

Saat ini, lanjut Eagle, lebih dari 5.000 tenaga kerja domestik telah terserap di fasilitas BYD, dengan proyeksi pertumbuhan jumlah karyawan yang ditargetkan mampu menembus hingga 20.000 orang ke depan.

Perluasan kapabilitas talenta lokal ini turut ditempuh melalui kemitraan strategis bersama institusi pendidikan kejuruan di wilayah Jawa Barat.

Para lulusan sekolah tersebut memperoleh kesempatan emas mengikuti program pelatihan khusus dari BYD, sementara proses rekrutmen terbuka dari berbagai perguruan tinggi ternama juga terus berjalan secara paralel.

Seluruh rangkaian inisiatif tersebut membuktikan bahwa operasional pabrik BYD di Subang dirancang bukan sekadar sebagai pusat perakitan kendaraan semata.

Fasilitas modern itu sekaligus diproyeksikan sebagai katalisator penting bagi akselerasi kompetensi SDM lokal, penguasaan alih teknologi, serta perluasan ekosistem kendaraan listrik secara menyeluruh di Indonesia.

Kini, pabrik BYD Subang memiliki kapasitas produksi maksimal hingga 150.000 unit kendaraan per tahun. Fasilitas ini memproduksi sejumlah model unggulan seperti BYD Atto 1, M6 EV, M6 DM, serta dipersiapkan pula untuk merakit lini kendaraan mewah bermerek Denza.

Terkini