TRIS Bagikan Dividen Interim Rp7 Miliar Usai Laba Semester I Naik

Kamis, 03 September 2026 | 00:55:32 WIB
Logo PT Trisula International Tbk. (TRIS) [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Trisula International Tbk. (TRIS) kembali membagikan dividen kepada para pemegang saham usai menorehkan kinerja positif pada semester I/2026. Perusahaan tekstil dan garmen tersebut mengalokasikan dividen interim sebesar Rp7 miliar, atau senilai Rp2,27 per lembar saham untuk tahun buku 2026.

Penyaluran dividen tersebut dijadwalkan cair pada September 2026. Pemegang saham yang berhak memperoleh dividen ialah investor yang terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) per 11 September 2026, sementara proses pembayaran bakal direalisasikan pada 23 September 2026.

Sebagai pembanding, pada tahun buku 2025, perseroan juga telah mengucurkan dividen interim Rp7 miliar di bulan September 2025 serta dividen final senilai Rp24 miliar yang disalurkan pada 29 Mei 2026.

Direktur Utama TRIS Widjaya Djohan menyampaikan bahwa pembagian dividen periode ini didukung oleh pertumbuhan perolehan laba. Hingga paruh pertama 2026, TRIS mencatatkan laba bersih mencapai Rp57,9 miliar, melonjak 12,2% secara tahunan (year-on-year) serta melebihi target internal perusahaan.

"Pencapaian tersebut tidak terlepas dari strategi diversifikasi pasar ekspor yang dijalankan perseroan," ujarnya melalui pernyataan tertulis dikutip, Kamis (3/9/2026).

Menurutnya dengan kontribusi ekspor yang mencapai 60% terhadap total penjualan dan cakupan pasar yang terdiversifikasi, kami memiliki fondasi yang kuat untuk bertahan dan terus tumbuh,” ujar Widjaya.

Sektor pasar luar negeri menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan TRIS. Sepanjang semester I/2026, nilai ekspor perseroan menembus Rp530,5 miliar, terangkat 20,3% secara tahunan dan menyumbang sekitar 60% dari total pendapatan penjualan. Langkah untuk tidak menggantungkan diri pada satu negara tujuan dipandang sebagai faktor kunci yang membuat kinerja TRIS lebih adatif ditengah gejolak perdagangan dan dinamika geopolitik global.

Di samping perluasan pasar, perseroan turut mengandalkan pola bisnis yang fleksibel. TRIS tidak menetapkan batasan pesanan minimal (minimum order) dan sanggup menyesuaikan produk sesuai kebutuhan pemesan. Skema order khusus (customized order) ini menjadi keunggulan tersendiri saat tren permintaan pasar bergerak dinamis serta persaingan industri tekstil dan garmen kian memanas.

Melihat peluang ke depan, TRIS berniat mempererat integrasi bersama anak perusahaan, mendongkrak kapabilitas respons cepat (quick response), serta memperluas jangkauan ke negara-negara baru dengan mengoptimalkan beragam kesepakatan perdagangan internasional yang dimiliki Indonesia. Berbekal strategi tersebut, perseroan yakin mampu merealisasikan target pertumbuhan penjualan sebesar 6,5% yang telah dipatok untuk tahun ini.

Terkini