SAL Rp200 Triliun Tetap di Bank Himbara Sampai Juli 2027

Kamis, 03 September 2026 | 22:09:32 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp200 triliun tetap bertahan di bank-bank BUMN atau anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) hingga Juli 2027.

Penempatan dana Rp200 triliun ini sebelumnya sudah berjalan sejak September 2025 sampai Maret 2026 atau selama enam bulan. Setelah itu, durasi penempatannya diperpanjang hingga September 2026 dan berlanjut sampai penghujung tahun.

Agustus lalu, Purbaya menegaskan kembali bahwa alokasi dana tersebut diperpanjang lebih lama sampai Juli 2027. Keputusan ini membuat total durasi penempatan SAL mencapai 1 tahun 10 bulan. Langkah tersebut diambil guna menjamin kepastian kecukupan likuiditas pada perbankan Himbara.

"Saya taruh yang Rp200 triliun di perbankan sampai Juli tahun depan biar likuiditas mereka enggak tertekan," ujarnya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Purbaya menceritakan bahwa jajaran Himbara sempat menemuinya pada Juli 2026. Kala itu, dana SAL sempat ditarik kembali ke kas pemerintah di Bank Indonesia (BI) sewaktu kurs rupiah menyentuh level Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS.

Meski begitu, total dana yang ditempatkan di Himbara tak cuma Rp200 triliun. Purbaya turut menaruh dana Rp100 triliun hingga akhir 2026, serta menyiapkan Rp100 triliun lagi yang sifatnya dinamis bilamana pemerintah memerlukan cadangan fiskal darurat.

Mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tersebut menyatakan pihak Kemenkeu senantiasa memantau kondisi likuiditas di sektor keuangan. Walau demikian, ia menegaskan indikator yang dipakainya bukanlah Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK). Purbaya memilih berpatokan pada data publikasi BI lainnya, yakni pertumbuhan money supply atau base money (M0).

"Kalau lihat AL/DPK, untuk saya enggak berguna. Angkanya flat terus. Saya lihat pertumbuhan base money itu lebih menggambarkan kondisi sektor finansial kami. Selama 25 tahun terakhir itu bisa menggambarkan. Kalau [M0] terlalu rendah, saya masukin uang saya ke sistem perbankan, kalau enggak saya kurangin," paparnya.

Terkini

Pelni Angkut 34,8 Ton Bantuan Gempa NTT

Kamis, 03 September 2026 | 02:37:32 WIB

Cara Membuat Teri Lado Mudo Khas Riau yang Gurih dan Pedas

Kamis, 03 September 2026 | 02:34:02 WIB