Laporan dari Rusia: Prabowo-Putin Bahas Energi Nuklir dan Maritim

Kamis, 03 September 2026 | 19:28:31 WIB
Presiden Prabowo memberikan pidato kunci sebagai Tamu Kehormatan Utama pada Eastern Economic Forum ke-11 [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan bilateral maraton selama hampir 2 jam bersama Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok guna membahas agenda bilateral seperti teknologi, maritim, serta energi nuklir.

Berdasarkan pantauan, diskusi yang dimulai pukul 13.47 waktu setempat dan berakhir sekitar pukul 15.45 WS tersebut dikemas dalam agenda working lunch di sela-sela Eastern Economic Forum (EEF) ke-11, yang membuktikan eratnya hubungan kedua negara.

Putin menyebut Indonesia sebagai mitra paling kunci bagi Rusia di kawasan Asia-Pasifik, sedangkan Prabowo menegaskan bahwa status kemitraan kedua negara saat ini telah naik menjadi strategis.

“Indonesia merupakan mitra yang paling kunci bagi Rusia di kawasan Asia Pasifik. Kita terkait dengan hubungan persahabatan selama bertahun-tahun,” ujar Putin, Kamis (3/9/2026).

Putin menilai komunikasi langsung yang intens mencerminkan sifat strategis dari hubungan bilateral ini.

"Yang Mulia Bapak Presiden, izinkan saya mengucapkan selamat datang ke Kota Vladivostok. Pertemuan hari ini merupakan pertemuan kedua pada tahun ini. Dan kontak kita yang pribadi mencerminkan sifat strategis dari hubungan bilateral antara Rusia dan Indonesia,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Prabowo sebagai tamu kehormatan utama dalam ajang EEF.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih atas kesediaan Bapak Presiden berkunjung ke Kota Vladivostok dan ikut serta dalam Forum Ekonomi Timur sebagai tamu kehormatan utama. Kami sangat senang dan gembira menerima kunjungan dari Bapak hari ini. Selamat datang,” ungkap Putin.

Perdagangan Naik 12 Persen

Dalam pertemuan tersebut, Putin turut menyoroti peningkatan pertumbuhan ekonomi bilateral. Volume perdagangan antara Indonesia dan Rusia tercatat mengalami kenaikan sebesar 12 persen pada tahun lalu.

Kerja sama tersebut terus dijalankan melalui Komisi Bersama Rusia–Indonesia di bidang ekonomi, perdagangan, dan teknis. Ke depannya, fokus kerja sama akan diarahkan ke sektor pertanian, pembuatan kapal, teknologi digital, serta energi, khususnya energi nuklir.

Selain itu, Putin menempatkan Indonesia sebagai sahabat terpercaya Rusia di ASEAN sekaligus mitra dalam berbagai forum multilateral, termasuk PBB.

“Saya yakin bahwa pertemuan hari ini akan memberikan dorongan baru kepada hubungan bilateral antara kedua negara kita,” pungkas Putin.

Prabowo: Bayar "Utang" dengan Hadir di Vladivostok

Prabowo menegaskan bahwa Rusia adalah mitra yang sangat penting bagi Indonesia. Hubungan yang telah terjalin selama lima dasawarsa tersebut kini resmi ditingkatkan menjadi kemitraan strategis.

“Indonesia dan Rusia memiliki ikatan sejarah yang mendalam lebih dari 5 dasawarsa. Bagi Indonesia, Rusia adalah mitra yang sangat penting. Karena itu kami bangga dan gembira hubungan kita bisa meningkat menjadi kemitraan strategis tahun lalu,” ujar Prabowo.

Prabowo turut menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadirannya pada peringatan Hari Nasional Rusia tanggal 12 Juni 2026 serta KTT ASEAN-Rusia ke-35 pada 18 Juni 2026.

“Namun, saya membayar utang saya dengan hadir di Vladivostok sekarang. Sekali lagi terima kasih,” lanjutnya.

Soroti Konektivitas Maritim

Prabowo menilai forum EEF dapat menjadi jembatan kerja sama di kawasan. Ia juga menyoroti kesamaan posisi antara Indonesia dan Rusia yang sama-sama merupakan negara Pasifik.

“Forum ini memiliki potensi besar dalam menjadi jembatan kerja sama dan konektivitas di kawasan kita. Kita berdua adalah negara Pasifik dan bagi kami sebagai negara kepulauan konektivitas dan kerja sama maritim sangat penting,” ungkap Prabowo.

Turut mendampingi Prabowo dalam agenda tersebut antara lain Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menlu Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Mendiktisaintek Brian Yuliarto, Seskab Teddy Indra Wijaya, serta Dubes RI untuk Rusia Jose Antonio Morato Tavares.

Terkini

Pelni Angkut 34,8 Ton Bantuan Gempa NTT

Kamis, 03 September 2026 | 02:37:32 WIB

Cara Membuat Teri Lado Mudo Khas Riau yang Gurih dan Pedas

Kamis, 03 September 2026 | 02:34:02 WIB

Cara Membuat Sayur Asem Bening yang Praktis dan Segar

Kamis, 03 September 2026 | 02:26:02 WIB